Pengertian UMKM beserta Jenis, Ciri-Ciri, Kriteria dan Contohnya

UMKM adalah

UMKM adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang sejak dulu telah digeluti banyak masyarakat. Dalam kegiatan ekonomi, ada berbagai jenis dan bentuk yang melibatkan aktivitas masyarakat sehari-hari demi memenuhi kebutuhan sekaligus mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Salah satunya ialah UMKM.

Pengertian UMKM

Meski saat ini sudah banyak pelakunya, UMKM sendiri masih tergolong aktivitas atau kegiatan perniagaan yang cukup baru. Bahkan seringkali pelakunya sendiri tidak tahu bahwa dirinya adalah pelaku UMKM.

Lantas apa itu UMKM?

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha ekonomi produktif yang dijalani dan dikelola oleh perorangan, badan usaha kecil ataupun mikro, serta memenuhi kriteria dalam Undang Undang Nomor 20, Tahun 2008.

Menurut ahli Rudjito, UMKM dapat diartikan menjadi usaha kecil yang membantu perekonomian Indonesia karena mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan devisa negara. Sementara menurut ahli Inna Primiana, UMKM adalah kegiatan ekonomi yang menggerakan pembangunan Indonesia.

Dari pengertian tersebut disimpulkan juga bahwa UMKM memiliki peran dalam pemulihan perekonomian Indonesia yang mana dilakukan dengan pengembangan sektor perdagangan dalam program atau aktivitas pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Badan usaha yang tergolong UMKM bisa bergerak dalam tiga macam kriteria.

Ketiga macam kriteria UMKM sebagai berikut:

USAHA MIKRO

Usaha mikro merupakan kriteria yang diberikan pada badan usaha dengan penghasilan kekayaan bersih di bawah 50 juta setiap bulannya. Kekayaan ini tidak termasuk bangunan atau tempat usaha. Ciri usaha mikro seperti usaha yang tetap dapat berjalan meski negara sedang mengalami krisis ekonomi. Ciri lainnya tidak terpengaruh akan pergerakan suku bunga.

Contoh usaha mikro di antaranya warung nasi, tempat tambal ban, warung sembako, perternak ayam, salon rumahan, dan masih banyak lagi.

USAHA KECIL

Untuk kriteria usaha kecil disematkan pada badan usaha dengan penghasilan kekayaan di bawah 500 juta setiap bulannya. Ciri usaha kecil seperti tidak memiliki sistem pembukuan, mengalami kesulitan untuk mengembangkan dan memperbesar skala kegiatan usahanya, dan keterbatasan modal.

Contoh usaha kecil di antaranya industri kerajinan tangan, mini market, pedagang kaki lima, pedagang sayur keliling, dan lain-lain.

USAHA MENENGAH

Kemudian pada kriteria usaha menengah akan diberikan bagi bidang usaha dengan penghasilan kekayaan di bawah 10 miliyar setiap bulannya. Ciri usaha menengah seperti memiliki manajemen yang lebih baik dan teratur daripada kriteria di atas, memiliki penerapan sistem akuntansi, dapat memberi jaminan sosial pada para pekerjanya, juga mengikuti pengurusan legalitas.

Contoh usaha menengah di antaranya perkebunan skala menengah, perdagangan dengan kegiatan ekspor impor, usaha ekspedisi, industri makanan dan elektronik, serta usaha pertambangan.

Ciri-Ciri UMKM

Agar lebih mudah dalam mengenali sebuah badan usaha, Anda bisa memperhatikan apakah badan usaha tersebut memiliki ciri-ciri umum UMKM. Ciri-cirinya dibagi menjadi tiga point utama, yaitu:

Barang Bisa Berganti-ganti

Badan usaha yang kerap berganti produk dagang bisa disebut UMKM. Mengapa? Karena rata-rata kegiatan usaha mikro kecil menengah ini berjalan dalam skala yang terbatas, maksimal berada di skala menengah. Jadi sangat memungkinkan bagi badan usaha tersebut untuk mengganti barang dagangan yang diperdagangkan.

Lokasi yang Berpindah

Ciri kedua adalah lokasi yang bisa berpindah-bindah. Hal ini karena umumnya badan usaha yang tergolong UMKM hanya menyewa tepat untuk berusaha dan memiliki izin pengelolaan yang tidak termasuk tanah serta bangunan. Hal ini juga yang membuat mengapa bangunan usaha tidak termasuk kekayaan.

Belum Memiliki Administrasi Organisasi

Selanjutnya, ciri lain dari UMKM berupa belum adanya administrasi organisasi yang diterapkan. Sehingga kegiatan perdagangan yang dijalani tidak didasari administrasi organisasi yang benar-benar rapi dan teratur. Tidak adanya penerapan administrasi organisasi ini atas dasar tidak adanya kebijakan dari badan usaha tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan UMKM Adalah

Tentu setiap kegiatan ekonomi atau kegiata perniagaan berjalan dibarengi kelebihan dan kekurangan. Kegiatan usaha sendiri memang dihantui oleh sejumlah risiko yang bisa terjadi akibat berbagai faktor. Kelebihan dari UMKM berupa pemilik badan usaha memiliki kebebasan dalam bertindak.

Pemilik badan usaha pun memiliki hak penuh dalam pengambilan keputusan. Selain itu pemilik usaha memiliki hak untuk turun tangan langsung dalam kegiatan perdagangan. Hingga bisa menjalankan semakimal mungkin baik dengan para karyawan atau pun secara perorangan. Kelebihan lain, usaha yang dijalankan bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau kegiatan masyarakat setempat.

Sedangkan kekurangan dari UMKM ialah banyaknya keterbatasan yang menyebabkan badan usaha tersebut mengalami kesulitan dalam berkembang juga kesulitan mendapat pekerja karena keterbatasan pemberian gaji.

Jenis dan Contoh UMKM

Kegiatan UMKM yang diizinkan oleh pemerintah harus memenuhi kriteria juga harus dapat masuk dalam jenis-jenis umum. Ada beberapa jenis UMKM yang diikuti juga dengan bidang usaha utamanya. Beberapa jenis tersebut berupa:

1. Agrobisnis

Bidang satu ini berhubungan dengan kegiatan usaha pertanian. Usaha mikro kecil menengah yang biasanya bergerak di bidang ini seperti penjualan tanaman, penjualan pupuk, penjualan produk pestisida, penyedia bibit tanaman, dan lainnya.

Kegiatan usaha dengan bidang ini umumnya banyak ditemui di berbagai daerah dengan lingkungan subur. Seperti di pedesaan dengan lahan perkebunan dan pertanian luas.

2. Kuliner

Jenis berikutnya adalah dalam bidang kuliner. Badan usaha yang menggelutin bidang luliner dapat dikelompokan sebagai UMKM ini harus memenuhi ciri-ciri yang sebelumnya telah disebutkan, bukan usaha atau bisnis kuliner yang berskala besar. Anda bisa dengan mudah menemukan berbagai contoh UMKM di bidang kuliner seperti warung makan di dekat rumah.

3. Fashion

Jenis ketiga, bidang fashion. Sama seperti kuliner, fashion menjadi bidang yang sekaligus kebutuhan pokok manusia. Oleh karenanya peluang bisnis sangat besar dan luas. UMKM di bidang fashion pun bisa kita temui di mana-mana.

Kegiatan usaha fashion yang tergolong UMKM pun harus memenuhi ciri-ciri yang telah disebutkan di atas yaitu memiliki kriteria sebagai usaha mikro, kecil, ataupun menengah. Juga memenuhi ciri UMKM secara umum.

4. Pendidikan

UMKM bisa bergerak dalam bidang pendidikan. Pendidikan pun tidak kalah penting dan berperan besar dalam kehidupan sehari-hari. Contoh UMKM di bidang pendidikan yaitu membuka tempat les atau penyedia layanan les privat. Bentuk usaha satu ini dapat berjalan dalam skala kecil hingga menengah. Seperti les-lesan yang ada di Kampung Inggris Pare, mereka semua adalah bentuk UMKM.

5. Teknologi Internet

Jenis UMKM lain yang saat ini berkembang baik ialah bisnis di bidang teknologi internet. Memanfaatkan internet sebagai wadah berbisnis memang sudah tidak asing lagi, bukan? Anda bisa berdagang melalui jaringan internet dan mendapat keuntungga yang cukup menjanjikan. Tidak hanya itu, UMKM di bidang ini pun mewujudkan kegiatan usaha yang modern dan efisien.

Masih banyak lagi jenis dan bidang UMKM, begitu pun dengan contohnya di sekitar kita. Sehingga dapat disimpulkan bahwa UMKM adalah kegiatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lebih lebar lapangan pekerjaan yang mana berperan mengurangi angka pengangguran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *