suku baduy

Nama suku di Indonesia sangat beragam, jumlahnya juga sangat banyak. Orang pedalaman di Indonesia dapat dijadikan sebagai sarana untuk edukasi bagi generasi muda. Salah satunya adalah Suku Baduy yang terletak di Provinsi Banten.

Lokasi Kampung Baduy

Lokasinya yang berada di pedalaman membuat beberapa orang penasaran untuk mengunjunginya. Suku Baduy berasal dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Kab. Lebak Banten. Yang memang keberadaannya berada di pedalaman dan jauh dari perkotaan.

Sejarah Suku Baduy

Nama suku baduy menjelaskan asal muasal sejarahnya. Sebutan Baduy diberikan ketika ada peneliti dari Belanda kemudian memberikan persamaan masyarakat tersebut dengan kehidupan orang yang nomaden. Sebutan orang nomaden tersebut berasal dari masyarakat di Arab bernama Badawi. Ada beberapa penguat data lain yang menyebabkan masyarakat atau suku ini di sebut sebagai Baduy.

Sungai yang berada di wilayah tersebut sering disebutkan sebagai penyebabnya. Suku bagian dalam memiliki sungai yang disebut sebagai sungai dari Baduy Dalam. Berbeda dengan cara orang suku dalam yang menyebutkan dirinya sendiri sebagai suku kenekeas. Nama itu diambil dari nama daerah yang mereka tempati dan ini merupakan perbedaan dari kedua versi suku Baduy tersebut.

Dari kepercayaannya, bangsa atau suku yang disebut kanekeas merupakan keturunan dari salah satu dewa batara. Dewa tersebut turun ke bumi sebagai ketua dari tokoh tersebut. Keberadaannya juga sering disebutkan sebagai Nabi Adam atau cikal bakal dari peradaban manusia.

Rumah Adat Suku Baduy

Sama seperti suku-suku lain di Indonesia, Suku Baduy juga memiliki rumah adat yang bernama Sulah Nyanda. Nama Sulah Nyanda diambil dari bentuk atapnya yang tersusun dari daun bersandar. Nyanda artinya bersandar lurus agak miring ke belakang.

rumah adat suku baduy
Goodnewsfromindonesia.id

Rumah Sulah Nyunda bergaya bangunan seperti rumah panggung, tapi tidak tinggi. Terbuat dari bahan utama bambu. Mulai dari tiang, lantai dasar, dinding dan kerangka atap, hampir semuanya dari bambu. Biasanya rumah adat ini dibangun secara gotong royong oleh masyarakat.

Rumah adat Suku Baduy menjadi simbol kesederhanaan dari masyarakatnya. Selain itu rumah ini juga menjadi sombol budaya gotong-royong masyarakat Baduy. Karena dalam setiap pembangunannya masyarakat selalu gotong-royong dan bahu-membahu.

Perbedaan Pakaian Antara Baduy Dalam dan Luar

Suku ini memiliki dua bagian karena memang memiliki adat istiadat tertentu. Yakni Baduy yang berada di bagian dalam dan luar. Nama kampung yang masuk pada bagian kampung dalam adalah Cibeo namun kampung yang berada di luar yakni Marenggo masih sering dikunjungi. Banyak orang yang mengunjungi kampung bagian dalam dan luar bergantung pada situasi dan kondisi di lokasi.

Orang Baduy yang tinggal dengan gaya tradisional tentunya tidak akan memikirkan trend atau gaya seperti orang perkotaan lainnya. Pengunjung tidak akan dibuat bingung ketika berkunjung untuk membedakan mana bagian baduy dalam dan luar. Khas orang dalam adalah menggunakan pakaian putih polos dengan ikat kepala putih. Bagian luar akan memakai pakaian hitam polos.

Adat Istiadat Suku Baduy

Adat Pu’un

Pimpinan atau tokoh akan selalu ada pada setiap kelompok dan akan dijadikan sebagai panutan. Termasuk dalam mengambil suatu keputusan, petunjuk, dan solusi dari permasalahan sosial yang ada di dalam suku. Masyarakat Baduy dalam memiliki tokoh utama atau ketua adat yang dinamakan dengan Pu’un. Dijadikan sebagai pemimpin pada setiap masyarakat atau kelompok.

Ketua akan selalu mempimpin dan dihormati terutama pada bagian suku yang berada di dalam. Bisa dibilang jika Pu’un ini adalah presiden bagi masyarakat di sana. Selalu bertugas untuk menentukan berbagai masa termasuk waktu tanam dan panen sumber daya alam. Ada beberapa hokum adat yang digunakan dan harus dihormati oleh penduduk di dalamnya.

Adat untuk saling bergotong royong

Sudah terkenal sejak lama jika gotong royong menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Menjadi tradisi bagi seluruh daerah dan masyarakat di Indonesia untuk selalu bergotong royong. Perkembangan teknologi banyak mengubah beberapa masyarakat Indonesia dan menghilangkan tradisi ini. Berbeda dengan Baduy yang memiliki budaya gotong royong dan terus dijaga.

Kekuatan untuk memegang teguh budaya ini menjadi keunikan bagi masyarakat di Baduy. Melakukan apa pun secara bersamaan seperti untuk pindahan rumah, pindahan lahan pertanian dan lain sebagainya. Adalah bentuk tradisi yang menjadi ciri khas dari Indonesia.

Adat untuk tidak melihat kekayaan seseorang dari rumahnya

Masyarakat yang memegang teguh budaya modern dan cenderung hidup di daerah perkotaan memiliki kecenderungan untuk memperhatikan kekayaan seseorang. Dilihat dari berbagai hal termasuk rumah yang besar juga mewah. Untuk melihat kekayaan, masyarakat Baduy tidak akan melihat dari bentuk rumahnya dengan kemewahan atau ukuran yang luas.

Kepemilikan terhadap benda lain selain rumah dilihat sebagai bentuk kekayaan. Seperti kepemilikan tembikar yang membedakannya dari masyarakat modern. Tembikar merupakan salah satu bahan yang terbuat dari kuningan. Bagi masyarakat di sana terutama yang bagian dalam pasti memiliki beberapa tembikar. Jumlah tembikar yang banyak akan menentukan derajat seseorang disana.

Adat untuk menggunakan bahan alami untuk beragam kebutuhan

Keunikan lain bisa ditemukan dari bentuk peralatan mandinya yang kebanyakan terbuat dari bahan alami. Jangan pernah Anda berharap untuk melihat masyarakat yang menggunakan sabun untuk mandi. Bahkan alat yang digunakan ketika mandi akan berbeda dengan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Orang disana akan lebih memilih untuk menggunakan bahan alami. Misalnya, untuk menggunakan batu alam yang digosokan pada bagian tubuh sebagai pengganti dari sabun mandi. Bahan kimia hampir tidak dipergunakan sama sekali disana. Serabut kelapa akan digunakan untuk menggosok bagian gigi. hal ini karena tradisi masyarakat disana yang sangat menjaga dan menghormati alam.

Adat perjodohan

Sudah sejak lama masyarakat modern meninggalkan perjodohan. Hingga dalam kehidupannya perjodohan dianggap tabu dan diserahkan pada anak. Berbeda dengan suku di Baduy yang tidak melakukan hal demikian. Ketika masyarakat modern menjadikan orang tua sebagai restu, berbeda dengan masyarakat yang berada di Baduy bagian dalam.

Misalnya, ketika seorang gadis telah menginjak usia 14 tahun maka perjodohan akan dimulai. Dijodohkanlah dengan laki-laki yang berasal dari Baduy bagian dalam. Dari proses ini, setiap lelaki yang tua akan dibebaskan untuk memilih wanita yang ingin dijodohkan. Ketika belum menemukan wanita yang cocok, maka laki-laki atau setiap perempuan harus menerima pilihan dari orang tuanya.

Adat larangan untuk berkunjung selama 3 bulan

Masyarakay yang berada di bagian dalam tidak menganut agama Islam. Meskipun masih ada tradisi untuk berpuasa yang dilakukan selama 3 bulan. Hal ini sering disebut sebagai Kawulu bagi masyarakat Baduy yang berada di dalam. Mereka sering melakukan adat atau tradisi ini dan melarang pengunjung dari luar untuk masuk. Mereka hanya diperbolehkan untuk menginap di suku yang berada di Luar.

Tradisi ini masih dianggap sakral bagi sebagian masyarakatnya. Menjadi bukti bahwa tradisi tersebut tidak boleh mendapatkan gangguan sama sekali dari masyarakat luar atau pengunjung. Pemanjatan doa akan berlangsung selama puasa. Ditujukan untuk nenek moyang sebagai kepercayaannya. Tujuannya adalah untuk meminta keselamatan juga hasil panen.

Adat untuk berjalan kaki

Indonesia yang terkenal akan kemalasannya untuk berjalan kaki berbeda dengan masyarakat Indonesia di Baduy. Orang sana sangat suka untuk berjalan kaki dan tidak mau menggunakan alat transportasi. Sejauh apa pun jarak, orang Baduy akan mencoba untuk selalu berjalan kaki. Hal ini menyebabkan orang sana terkenal sebagai masyarakat yang sehat.

Kebanyakan masyarakat di sana hanya akan memakan ayam di hari tertentu. Misalnya pada saat terjadi atau dilaksanakannya upacara adat atau acara besar seperti pernikahan.

Budaya Indonesia yang kaya patut untuk dijaga dan diperhatikan dengan baik. Seperti Suku Baduy ini dengan beragam keunikan yang dimilikinya. Ada banyak hal yang bisa dicontoh dari nilai sosial yang dimilikinya. Mengenal suku di Indonesia sangat penting sebagai sarana edukasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *