Pengertian HAM Menurut Para Ahli

PENGERTIAN HAM

Sejarah Perjuangan HAM

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) atau human right adalah hak-hak dasar manusia yang dimiliki sejak lahir secara kodrati, bersifat universal dan diakui oleh semua orang.  Hak ini bertujuan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat semua umat manusia.

HAM memiliki sejarah yang panjang. Perjuangan HAM di dunia ini dimulai sejak abad ke-17 oleh John Locke. John Locke merupakan seorang filsuf yang berasal dari Inggris. Ia menggagas ada 3 hak alamiah yang melekat pada seorang manusia. Hak tersebut yaitu hak untuk hidup, hak memiliki kebebasasan dan hak milik.

Sebelum itu, sejarah perjuangan HAM  sudah ditandai oleh 3 peristiwa penting, yaitu Magna Charta, Revolusi Amerika dan Revolusi Perancis.

Magna Charta adalah piagam yang dikeluarkan oleh Raja Inggris pada 15 Juni 1215. Piagam ini membatasi monarki Inggris yang berlangsung sejak Raja John, dari kekuasaan absolut . Piagam tersebut berisi pemberian jaminan /hak kepada para bangsawan dan keturunanya. Peristiwa Magna Charta ini dianggap sebagai tonggak perjuangan hak asasi manusia.

Revolusi Amerika adalah revolusi yang menyatakan Declaration of Independence pada tahun 1776. Revolusi ini dideklarasikan pada saat rakyat Amerika memperjuangkan hak asasi rakyatnya dari cengkraman penjajah Inggris. Dari deklarasi tersebut muncullah semangat dunia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan hak asasi manusia.

Sebagaimana Revolusi Amerika, Revolusi Perancis juga menyatakan deklarasinya yang dikenal dengan nama LaDclaration des droits de l’Homme et du citoyen. Dalam deklarasi ini menyatakan bahwa “Manusia dilahirkan bebas dan memiliki hak yang setara, perbedaan sosial dapat dilakukan hanya pada keperluan umum”.

Setelah perjuangan HAM di dunia mengalami perkembangan, di Indonesia HAM mulai dikumandangkan dalam sidang BPUPKI. Pada sidang tersebut dilakukan musyawarah dan mendapatkan kesepakatan bahwa hak-hak warga negara dimasukkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal, 27, 28, 29, 21 dan 34. Hingga saat ini HAM di Indonesia semakin diperhatikan dan terus berkembang.

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Pengertian hak asasi manusia banyak didefinisikan oleh para ahli. Berikut ini beberapa pengertian HAM menurut para ahli:

John Locke

John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak  yang dianugerahkan langsung oleh Tuhan sebagai hak kodrati dan tidak bisa dicabut. Menurutnya hak ini bersifat fundamental bagi setiap manusia dan hakikatnya sangat suci.

Jan Materson (Komisi HAM PBB)

Menurut Jan Materson, pengertian HAM adalah hak-hak yang dimiliki oleh setiap manusia yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

Miriam Budiarjo

Menurut Miriam Budiarjo, HAM adalah hak yang ada pada setiap manusia sejak lahir di dunia, hak tersebut bersifat universal (tanpa memandang perbedaan kelamin, ras, budaya, suku, dan agama).

Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Prof. Koentjoro Poerbopranoto menyatakan bahwa HAM adalah suatu hak yang bersifat asasi atau mendasar. Hak ini dimiliki oleh setiap manusia secara kodrati yang pada dasarnya tidak dapat dipidahkan dan bersifat suci.

Oemar Seno Adji

Menurut Oemar  Seni Adji, pengertian HAM ialah hak yang selalu melekat pada setiap martabat manusia sebagai manusia dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun.

Jack Donnely

Definisi HAM menurut Jack Donnely adalah hak-hak yang diberikan semata-mata karena ia manusia. Hak ini dimiliki bukan karena pemberian masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata karena martabatnya sebagai manusia.

David Beetham dan Kevin Boyle 

Menurut mereka, pengertian HAM dan kebebasan fundamental adalah hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia.

Pengertian HAM Menurut Undang-Undang

Selain didefinisakan oleh para ahli, HAM juga telah didefinisikan dan diatur dalam perundang-undangan. Pada UU No. 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia,  BAB I (Ketentuan Umum ) menyatakan  definisi HAM sebagai berikut

 “Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan di lindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.

Pada BAB III juga dijelaskan tentang hak asasi manusia  dan kebebasan dasar manusia yang secara garis besar yang meliputi:

  1. Hak untuk hidup
  2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan
  3. Hak mengembangkan diri
  4. Hak memperoleh keadilan
  5. Hak atas kebebasan pribadi
  6. Ha katas rasa Aman
  7. Hak atas kesejahteraan
  8. Hak Turut serta dalam pemerintahan
  9. Hak Wanita
  10. Hak Anak

Macam-Macam HAM

Hak asasi manusia memiliki pengertian yang luas. Untuk lebih memahami hak asasi manusi,  berikut macam-macam HAM beserta contohnya:

1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)

Personal right ini merupakan hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan pribadi setiap individu. Adapun contoh hak asasi pribadi ini antara lain adalah:

  1. Hak untuk menyampaikan pendapat.
  2. Hak bepergian, bergerak, maupun berpindak ke berbagai tempat.
  3. Hak untuk berorganisasi atau berkumpul.
  4. Hak untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaan tiap-tiap individu.

2. Hak Asasi Politik (Politic Rights)

Hak asasi politik ini merupakan hak yang berkaitan dengan kehidupan politik seseorang, bahwasanya setiap orang berhak mendapatkan perlakuan politik yang sama. Berikut ini adalah contoh hak asasi politik:

  1. Hak berpartisipasi dalam suatu pemilihan politik (memilih ataupun dipilih).
  2. Hak berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan.
  3. Hak membuat usulan petisi.

3. Hak Asasi Hukum (Legal Equality Rights)

Hak asasi hukum adalah hak setiap individu yang berkaitan dengan hukum. Bahwasanya setiap orang harus memperoleh perlakuan hukum yang sama. Adapun contoh hak asasi hukum antara lain:

  1. Hak untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
  2. Hak mendapatkan pelayanan hukum.
  3. Hak mendapatkan perlindungan hukum.

4. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)

Hak asasi ekonomi adalah hak setiap individu dalam kegiatan perekonomian, antara lain:

  1. Hak melakukan kegiatan jual beli.
  2. Hak melakukan perjanjian kontrak.
  3. Hak melakukan sewa-menyewa.
  4. Hak melakukan hutang-piutang.
  5. Hak mendapatkan pekerjaan yang layak.

5. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Hak asasi peradilan ialah hak yang berkaitan dengan peradilan hukum. Adapun contoh hak peradilan yaitu:

  1. Setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan pembelaan hukum di pengadilan.
  2. Memperoleh perlakuan yang adil dalam hal penggeledahan, penangkapan, penahanan, serta penyelidikan yang sama dihadapan hukum.

6. Hak Asasi Sosial Budaya (Sosial Culture Rights)

Hak asasi sosial budaya ini berhubungan dengan hak setiap orang untuk hidup bermasyarakat. Begitu banyak contoh hak asasi sosial budaya ini, antara lain adalah:

  1. Hak untuk menentukan pendidikan dan mendapatkan pendidikan.
  2. Hak untuk mengembangkan diri sesuai bakat dan minat.
  3. Hak mendapatkan pengajaran.
  4. Hak untuk berekreasi/berlibur.
  5. Hak untuk berkomunikasi.
  6. Hak mendapatkan jaminan sosial.

Organisasi yang Melindungi HAM

Hak asasi manusia akan terlaksana dengan baik dan tidak terjadi pelanggaran apabila ada organisasi  yang mewadahinya. Berikut ini organisasi yang melindungi HAM di Indonesia:

1. POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia)

POLRI menjadi salah satu lembaga organisasi yang melindungi HAM yang telah diatur dalam Undang-Undang tahun 2002. Pasal undang-undang tersebut menjelaskan mengenai tugas pokok dan fungsi dari POLRI itu sendiri, salah satunya yaitu menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pasal tersebut menjadi dasar bahwa POLRI menjadi lembaga yang ikut andil dalam melindungi HAM.

2. Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia)

Komnas HAM merupakan salah satu lembaga perlindungan HAM yang didirikan oleh pemerintah. Berdasarkan keputusan presiden No. 5 tahun 1993, lembaga ini bertujuan meningkatkan serta menjaga terpeliharanya pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia, kemudian keppres tersebut direvisi dan dirinci dalam Undang-Undang No. 39 tahun 1999. Lembaga inilah yang nantinya menjadi garda terdepan dalam melindungi HAM di Indonesia.

3. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Lembaga ini merupakan salah satu wadah bagi para wanita di Indonesia yang menjadi korban kekerasan.

Maraknya kekerasan yang dialami oleh wanita inilah yang menjadi landasan didirikannya lembaga komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan.

Lembaga tersebut berdiri pada tanggal 9 Oktober 1998. Berlandaskan pada keputusan presiden no 181 tahun 1998 dan Peraturan Presiden No. 65 tahun 2005 memiliki 3 fungsi lembaga, yaitu:

  1. Melakukan sosialisasi terhadap jenis kekerasan yang terjadi pada perempuan Indonesia.
  2. Menciptakan kondisi yang ideal untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan.
  3. Mencegah dan menindak segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan serta melindungi hak asasi seluruh perempuan di Indonesia.

4. KPAI (Komnas Perlindungan Anak Indonesia)

Lembaga KPAI dibentuk pada tahun 2002 diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2002. Berdirinya lembaga ini dikarenakan banyaknya tindakan kekerasan yang dialami oleh anak-anak, maka dari itu pemerintah mendirikan lembaga khusus yang menangani hal tersebut.

Pada pasal 42 sampai pasal 71, setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang serta bebas dari segala jenis bentuk kekerasan.

5. Pengadilan HAM

Lembaga pengadilan HAM didirikan berdasarkan Undang-Undang No. 26 Tahun 2000. Pengadilan ini terdapat di  berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Pengadilan HAM hampir sama dengan pengadilan-pengadilan yang lainya, yang membedakan adalah pengadilan ini fokus untuk pengadilan kasus hak asasi manusia saja

Pengadilan HAM ini hanya menangani kasus pelanggaran HAM yang ringan, untuk pelanggaran berat tidak dapat diselesaikan di dalam lembaga ini, seperti kejahatan genosida.

6. Komisi kebenaran dan Rekonsiliasi

Komisi kebenaran dan rekonsiliasi dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 2004. Lembaga ini berfungsi untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat dengan cara rekonsiliasi. Dalam peraturan perundang-undangan komisi keberanan dan rekonsiliasi memiliki  tujuan, yaitu:

  1. Menyelesaikan segala pelanggaran HAM yang berat yang dilakukan di masa lalu di luar pengadilan. Hal itu dilakukan untuk menciptakan iklim Indonesia yang damai dan bersatu.
  2. Menyelesaikan kasus dengan cara rekonsiliasi untuk menciptakan persatuan Indonesia.

7. YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia)

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini merupakan lembaga perlindungan HAM di Indonesia yang bersifat non pemerintahan. Berdiri pada 26 Oktober 1970 oleh Adnan Buyung Nasution sebagai lembaga swadaya masyarakat. Lembaga ini memiliki fungsi pokok yaitu untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. Pada dasarnya hak asasi manusia adalah hak semua orang tanpa memandang status sosial (kaya atau miskin).

8. LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Swasta

Lembaga Bantuan Hukum Swasta ini juga merupakan lembaga non pemerintahan seperti halnya YLBHI. Sifat lembaga yang non profit memberikan dampak yang positif bagi masyarakat untuk memperjuangkan hak asasinya sebagai manusia. Adapun tujuan dari lembaga ini adalah:

  1. Memberikan advice  serta pendampingan kepada warga yang tidak mampu secara ekonomi.
  2. Memberi nasihat hukum kepada masyarakat supaya tidak terjerat hukum.
  3. Mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai hak-hak apa saja yang harus diperoleh.

Berdasarkan tujuan tersebut, maka HAM di Indonesia dapat dirasakan oleh semua golongan.

9. BKBH (Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum) Perguruan Tinggi

Biro Konsultasi dan Bantuan HukumPerguruan Tinggi merupakan lembaga dibawah naungan Perguruan Tinggi. Seperti halnya LBH, BKBH memberikan layanan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Layanan yang diberikan LBH untuk masyarakat meliputi: bidang konsultasi hukum, bidang layanan hukum, bidang kajian dan penelitian, serta bidang advokasi.

10. KONTRAS (Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan)

Seperti namanya, Lembaga KONTRAS ini fokus untuk menangani kasus orang hilang dan korban kekerasan di Indonesia. KONTRAS memiliki visi bahwa rakyat Indonesia harus terbebas dari segala bentuk kekerasan intimidasi, penindasan, ketakutan  dan segala pelanggaran HAM lainnya. Lembaga ini berkontribusi untuk menerapkan hak asasi manusi di Indonesia.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM

Meskipun telah berdiri banyak organisasi HAM namun masih terjadi beberapa pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM adalah suatu tindakan yang yang dilakukan oleh seseorang, sekelompok orang, aparatur negara, maupun kelalaian hukum yang melanggaar (mengurangi, mencabut, menghalangi) hak asasi seorang manusia. 

Pelanggaran HAM  banyak terjadi berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Pelanggaran ini dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Pelanggaran HAM bisa terjadi sebagai kasus pelanggaran ringan, maupun kasus pelanggaran yang berat. Berikut ini contoh kasus pelanggaran HAM:

  • Kasus pelanggaran HAM muslim Rohingya di Myanmar.

Muslim rohingya merupakan kaum minoritas di Negara Myanmar, mereka tinggal di negara bagian Rakhine. Pada tahun 2015 lalu, muslim Rohingya diusir oleh pemerintah Myanmar dan membantai mereka yang tidak bersedia pindah. Muslim rohingya dirampas haknya karena mereka dianggap tidak mmiliki kewarganegaraan karena kaum minoritas. Sebanyak 80.000 warga rohingya kehilangan tempat tinggal, 1200 orang hilang, dan 650 orang tewas.

  • Kasus pelanggaran HAM Israel terhadap Palestina.

Israel merupakan kelompok warga bentukan orang yahudi yang mengungsi di Palestina. Israel dan Palestina awalnya hidup berdampingan dengan rukun, namun lama-kelamaan Israel membentuk negara sendiri dan mengakui tanah palestina yang mereka tinggali sebagai kekuasaan mereka. Warga Palestina diusir dan diserang oleh militer Israel. Hak-hak warga Palestika di renggut, mereka diblokade, dibatasi segala aksesnya kecuali makanan dan obat-obatan. Israel telah melakukan pelanggaran yang berat kepada Palestina.

  • Tragedi Trisakti

Di Indonesia pelanggaran HAM yang dikenal salah satunya adalah tragedi Trisakti, tragedi ini terjadi pada 12 Mei tahun 1998 ketika krisis moneter. Hal tersebut yang mengundang banyak protes dari mahasiswa sampai melakukan longmarch menuju gedung MPR/DPR dan melakukan demo. Singkat cerita terjadilah kerusuhan sehingga terjadi penembakan oleh mahasiswa Trisakti. Sebanyak 4 mahasiswa tewas dan beberapa lagi mengalami luka-luka.

  • Pembunuhan Munir

Munir Said Thalib adalah seorang aktivis HAM di Indonesia. Kontribusinya telah banyak dalam pembelaan hukum pada orang-orang yang tertindas. Selain itu, munir juga aktif mengkritik penguasa saat itu. Pada tahun 2004, Munir tewas di dalam pesawat menuju Amsterdam, diduga ia diracun oleh pihak yang ingin menyingkirkannya. Hingga saat ini kasus munir belum juga jelas titik temunya.

Demikianlah pengertian HAM dan macam-macam hak asasi manusia beserta contoh-contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terimaksih.

Pengertian HAM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *