Macam-Macam Majas Beserta Contoh dan Pengertiannya

macam macam majas

Macam-macam majas yang ada merupakan khazanah kekayaan gaya bahasa Indonesia yang membuat bahasa kita semakin indah.

Anda pasti sudah pernah mendengar kata “majas” bukan?  kalau sudah mari kita pelajari lebih dalam tentang majas, macam-macam dan contohnya supaya kita semua bisa lebih faham.

PENGERTIAN MAJAS

Saat membaca suatu karya yang berbahasa Indonesia pasti kita sering menemui gaya bahasa yang menarik, indah dan emosional sehingga memudahkan kita untuk mengikuti alur cerita dan meresapi isi cerita.

Gaya bahasa tersebut sering disebut dengan majas. Majas banyak digunakan untuk penulisan puisi, prosa novel, dan karya sastra lainnya, namun lebih sering digunakan dalam penulisan puisi.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pengertian majas yaitu cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyampaikannya dengan sesuatu yang lain atau sering disebut kiasan.

Pengertian majas juga banyak dikemukakan oleh para ahli bahasa Indonesia. Berikut pengertian majas menurut beberapa ahli:

Dr. Henry Guntur Tarigan

Pengertian majas menurut Dr. Henty Tarigan ialah salah satu cara untuk mengungkapkan ide melalui gaya bahasa dengan khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis.

Gorys Keraf (seorang ahli bahasa Indonesia yang sekaligus pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia).

Menurut Gorys keraf, majas adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang dituangkan secara jujur, sopan-santun serta menarik pembaca.

Aminuddin

Pengertian majas menurut Aminuddin, yaitu suatu gaya bahasa yang dipakai seorang penulis saat menujukkan idenya yang selaras dengan tujuan serta efek khusus yang ia ingin tuju.

Luxemburg dkk.

Sementara menurut Luxemburg dkk, majas adalah sebuah bahasa yang memberikan sebuah teks, dimana pada waktu khusus teks tersebut bisa dimisalkan seperti individu yang tidak sama dengan individu lain.

Dari beberapa pendapat para ahli bahasa dapat ditarik garis besar bahwa majas secara umum ialah pemanfaatan berbagai ragam bahasa yang dimaksudkan untuk memperoleh efek tertentu supaya sebuah karya sastra menjadi semakin hidup.

Majas terbagi menjadi 4 macam yaitu majas pertentangan, majas perbandingan, majas sindiran dan majas penegasan. Pada pembagian macam-macam majas tersebut akan dibagi lebih detail lagi dan akan diberikan contoh untuk memudahkan pembaca. Berikut pembagiannya:

1. MAJAS PERTENTANGAN

Majas pertentangan adalah majas yang menggunakan bahasa kias dan bertentangan dengan maksud asli yang penulis ingin curahkan. Pembagian majas pertentangan adalah sebagai berikut:

a. Majas Paradoks

Majas Paradoks adalah majas yang menyatakan suatu keadaan yang berkebalikan dengan keadaan sebenarnya. Berikut contoh majas paradoks:

-Rahma merasa sepi di tengah-tengah keramaian kota.

-Budi selalu merasa miskin meski hidupnya bergelimang harta (kaya).

-Anisa  merasa malas ditengah kobaran semangat para relawan.

-Anak itu merasa lapar, meskipun tinggal di pusat kuliner.

-Dia selalu tersenyum meskipun hatinya sedih karena ditinggal orang yang ia sayangi.

Keterangan: sepi dan keramaian, miskin dan bergelimang harta (kaya), malas dan semangat, lapar dan pusat kuliner, tersenyum dan sedih adalah sesuatu yang bertentangan.

b. Majas Litoses

Majas ini menggunakan kata-kata hiperbola yang berkebalikan namun lebih ke arah perbandingan. Majas litoses berfungsi sebagai ungkapan merendahkan diri meskipun keadaan sebenarnya adalah kebalikannya. Berikut ini adalah contohnya:

-Mari mampir ke gubuk kami, berhubung lokasinya tidak jauh dari tempat ini.

-Silahkan dinikmati, maaf jika hidangan kami ala kadarnya.

-Setelah sampai terminal, kami akan menjemputmu dengam motor butut kami.

-Sebagai tanda terimakasih, saya harap anda bersedia menerima pemberian ini sebagai ganti ongkos bensin.

Keterangan: gubuk yang dimaksud adalah rumah, meskipun rumahn sebenarnya tidak berbentuk gubuk melainkan rumah yang memiliki bangunan yang kokoh.

c. Majas Antitesis

Majas antithesis adalah majas yang memadukan dan menyandingkan dua kata dan yang memiliki arti yang bertentangan. Berikut contoh majas antithesis:

-Kaya miskin seseorang tergantung bagaimana ia mensyukurinya.

-Besar kecil kado yang kamu berikan tetap berharga bagiku.

-Baik buruk seseorang tergantung bagaimana kacamata kita melihatnya.

-Lupa Ingat seseorang kepada kita, seharusnya kita tetap menyapanya ketika bertemu.

-Cepat lambat keburukan orang itu pasti akan terbongkar jua.

-Hidup mati seseorang hanya Allah yang mengetahuinya, tugas kita adalah mempersiapkan bekalnya.

-Gemuk kurus tidak menentukan kecantikan seorang wanita.

-Tinggi rendah martabat seseorang tidak terletak pada orang lain, kita sendiri yang menentukannya dengan sikap kita kepada orang lain.

d. Majas Kontradiksi Interminis

Majas kontradiksi Interminis  adalah majas yang menyatakan sangkalan pada ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Majas ini biasanya diikuti dengan konjugasi seperti kecuali dan hanya saja.

Berikut ini adalah contoh majas kontradiksi interminis

-Kota-kota di Jawa Timur telah berkembang kecuali kota yang belum mendapat akses transportasi yang masih tersisih.

-Perayaan ulang tahun Rika kali terasa meriah, hanya saja pada awal pembukaan masih terlihat sepi.

-Tanaman di kebun ini terlihat begitu segar, hanya saja beberapa tanaman di ujung itu sudah layu.

-Penampilan semua penyanyi tadi sudah bagus, hanya saja ada satu yang masih buruk dan perlu diperbaiki.

-Semua pasien dinyatakan  telah sehat semua, kecuali bapak tua masih sakit karena kelelahan.

2. MAJAS PERBANDINGAN

Majas perbandingan adalah majas yang menggunkan gaya bahasa perbandingan. Majas ini berfungsi untuk meningkatkan kesan serta pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca. Berikut ini macam-macam majas perbandingan beserta contohnya:

a. Majas Personifikasi

Majas personifikasi yaitu majas yang membandingkan benda-benda yang mati seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. Majas ini mensifati benda mati seperti makhluk hidup. Seperti contoh:

– Sepeda butut ini menemani perjalanan hidupku

– Cobalah bertanya pada rumput yang begoyang

– Terik matahari membakar kulit

– Senja selalu menyapa di sore hari

– Nyanyian alarm ditengah malam itu mengusikku

Keterangan: sepeda butut adalah benda mati, namun ia disifati seperti mahkluk hidup dengan ungkapan “menemani” .

b. Majas Metafora

Pada majas pesonifikasi, ia membandingkan benda mati seakan hidup. Sementara majas metafora ini ialah majas yang membandingkan secara analogis antara dua hal yang berbeda. Gaya bahasa yang digunakan sebagai  kiasan secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contoh majas metafora antara lain:

-Tadi malam Pasar Tanah Abang dilahab si jago merah.

-Aisyah menjadi bunga desa di Desa Sekarsari.

-Keluargaku bangga, karena kakak selalu menjadi bintang kelas.

-Ayah selalu membawa buah tangan setelah bepergian dari luar kota.

-Anak manja itu memang menjadi anak emas dikeluarga besarnya.

-Meri selalu menjadi buah bibir karena perilakunya yang tidak pantas.

-Jika pergi ke sana harus selalu waspada, karena orang itu terkenal panjang tangan.

-Buah pikiran penulis itu dapat menginspirasi dan berpengaruh kepada banyak orang.

Keterangan: ungkapan “jago merah” adalah dua kata yang berbeda yaitu kata “jago” dan “merah”, namun pada kalimat  di atas disandingkan dan mewakili makna yang lain yaitu bermakna api .

c. Majas Asosiasi / Majas Simile

Majas asosiasi /majas simile sering disebut dengan majas perumpamaan. Majas ini membandingkan sesuatu dengan keadaan lainnya dikarenakan memiliki persamaan sifat. Lebih sederhananya yaitu majas yang membandingkan antara dua hal yang berbeda namun di anggap sama.

Pada majas ini, kita dapat menandai dengan tambahan kata penghubung, seperti bagai, bagaikan, bak, ibarat,  seumpama dan sejenisnya. Majas asosiasi ini dapat kita temui dalam obrolan sehari-hari maupun penulisan satra. Berikut ini contoh majas asosiasi :

– Semangat pemuda itu begitu keras bagaikan batu.

– Si kembar itu mirip sekali bak pinang dibelah dua.

– Pengantin baru itu selalu bersama-sama seperti perangko.

– Matanya begitu indah bagaikan bintang kejora.

– Anak kecil itu berlari secepat kilat.

Keterangan: Ungkapan “keras” dan “batu” adalah dua kata yang berbeda namun ke dua kata tersebut memiliki sifat yang sama.

d. Majas Eufisme

Majas Eufisme adalah majas yang digunakan untuk menggantikan kata-kata yang kasar/kurang baik / tidak sopan dengan padanan yang lebih bagus/ sopan.Hal ini bertujuan supaya tidak menyinggung perasaan orang yang dimaksud. Berikut contoh majas eufisme:

– Kampus yang berskala Internasional selalu memberi fasilitas untuk kaum difabel

– Pemerintah tahun ini fokus untuk memberi bantuan kepada tuna wisma

– Anak itu hebat sekali, mampu mengahafal Qur’an meskipun ia tuna netra.

– Indra adalah murid yang sering ketinggalan pelajaran.

Keterangan: penggunaan ungkapan “kaum difabel” untuk menggantikan frasa yang kurang sopan, yakni “orang cacat”.

e. Majas Metonimia

Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu istilah, nama atau merk tertentu yang telah popular, untuk merujuk pada nama yang dimaksudkan yang sebenarnya  bersifat umum.  Contoh majas metonimia antara lain :

– Ibu lupa tidak membeli Rinso ketika pergi ke pasar tadi pagi.

– Bapak Andi kemarin pergi naik Garuda bersama keluarganya.

– Setelah selesai lomba lari, Ferdian mengambil Aqua dan langsung meminumnya.

– Harga Rojolele kini semakin melonjak, namun tidak diiringi dengan upah buruh.

– Bapak Didik tadi malam kehilangan Swallow ketika hendak pulang dari masjid depan rumah.

Keterangan: Ungkapan “Rinso” disini dimaksudkan adalah detergen. Penggunaan kata Rinso dikarenakan nama Rinso adalah merk populer yang telah dikenal banyak orang  sehingga ketika mengungkapkan Rinso, pendengar/pembaca sudah paham bahwa yang dimaksudkan adalah detergen.

f. Majas Alegori

Majas Alegori ialah majas yang digunakan dengan maksud menjelaskan sesuatu secara tidak langsung (kiasan) namun masih saling berkaitan. Majas ini mirip dengan majas metafora, hanya saja majas ini membandingkan secara utuh/keseluruhan. Contoh majas alegori adalah sebagai berikut:

-Menjadi seorang suami tidaklah mudah, ia bagaikan seorang nahkoda yang bertanggungjawab kemana kapalnya akan dibawa.

-Otak manusia itu seperti mata pisau, semakin dipakai ia akan semakin tajam. Namun jika ia dibiarkan, lama–kelamaan ia akan berkarat dan tumpul.

-Setiap orang adalah peserta lomba untuk memenangkan hati,dan jurinya adalah perasaan.

-Jika telah sampai pada dermaga kehidupan, pada buah hati kitalah kita kan berlabuh.

– Pada pertandingan melawan hawa nafsu kita sendirilah yang menjadi kaptennya.

Keterangan: penggunaan kata “nahkoda” dikiaskan pada peran suami yaitu sebagai kepala rumah tangga.

g. Majas Sinekdok

Majas sinekdok adalah majas yang digunakan untuk mengungkapkan suatu bagian dan dimaksudkan untuk keseluruhan, maupun kebalikannya. mengungkapkan keseluruhan yang dimaksudkan untuk sebagian.

Majas sinekdok ini terbagi menjadi 2, yaitu sinekdok pars prototo dan sinekdok totem pro parte:

  1. Majas Sinekdok pars prototo, majas yang menyatakan suatu bagian yang dimaksudkan untuk keseluruhan. Berikut contohnya:

    Andi mengantarkan ibu pergi membeli 5 ekor ayam untuk acara syukuran nanti malam.

    -Pada perayaan HUT Indonesia tahun ini, per kepala diharuskan membayar Rp.20.000.

    -Setelah mederita penyakit kanker, Andi sampai sekarang tidak terlihat batang hidungnya.


    Keterangan: ungkapan “5 ekor ayam” adalah ungkapan sebagian, namun dimaksudkan  untuk keseluruhan yaitu “5 ayam utuh”, mulai dari kepala hingga ekornya.
  2. Majas Sinekdok totem proparte, majas yang menyatakan keseluruhan yang dimaksudkan untuk sebagian, Berikut contohnya:

    Indonesia sukses membawa pulang emas pada pertandingan butulangkis pada ASEAN GAMES tahun ini.

    -Pekan Olahraga Nasional tahun lalu dijuarai oleh Kota Jakarta.

    -China telah berhasil menemukan vaksin untuk virus covid -19.

    -Sekolahanku telah menang 3 kali berturut-turut dalam lomba pramuka.

    -Desa Sumbersari kali ini menang dalam perlombaan catur antar desa.


    Keterangan: Penggunaan kata “Indonesia” adalah ungkapan keseluruhan, namun yang dimaksudkan adalah sebagian dari warga Indonesia yang mengikuti pertandingan bulu tangkis.

h. Majas Simbolik

Majas simbolik adalah gaya bahasa yang  menggunakan istilah binatang atau yang lain untuk mengkiaskan sesuatu.

Contoh majas simbolik antara lain:

-Wanita harus selalu hati-hati dengan hidung belang yang selalu berkeliaran.

-Dimanapun kita berada kita harus menjaga ucapan, karena mulutmu harimaumu.

-Kasus korupsi e-ktp akhirnya di meja hijaukan Senin lalu.

-Pembunuhan keji itu tak beda seperti kelakuan iblis.

-Sifat orang munafik itu seperti bunglon yang selalu berubah warna dan menipu.

3. MAJAS SINDIRAN

Sesuai dengan namanya, majas ini menggunakan gaya bahasa yang bertujuan untuk menyindir pendengar maupun pembacanya. Hal ini dilakukan untuk merubah perilaku seseorang. Macam-macam majas ini terbagi menjadi 3 macam. Berikut macam-macam majas sindiran:

a. Majas Ironi

Majas ironi ini adalah majas dengan sindiran halus yang menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.

Contoh majas ironi antara lain:

– Pintar sekali anak itu hingga tiga kali tidak naik kelas

– Rapi sekali kamarmu sampai aku sulit mencari bagian kasur yang bisa ditiduri.

– Pagi sekali datangmu, hingga matahari sudah di atas kepala.

– Bersih sekali rumahmu, sampai-sampai kecoa suka tinggal disitu.

– Rajin sekali adik kesayanganku ini sampai nilai matematika saja dapat nol besar.

b. Majas Sinisme

Majas sinisme adalah majas menyatakan sindiran secara langsung kepada orang yang di sindir. Majas sinisme ini berkebalikan dengan majas ironi, jika majas ironi menggunakan ungkapan yang halus sementara majas sinisme menggunakan ungkapan yang sebenarnya namun tidak kasar. Berikut contoh majas sinisme:

-Kurus sekali badanmu seperti orang yang busung lapar.
-Kotor sekali kamarmu sampai tikus- tikus suka tinggal dikamarmu.
-Reni memang anak yang malas, tidak pernah mau belajar.
-Orang itu memang sangat pelit, sampai adiknya minta sesuatu tidak ia beri.
-Apek sekali bajumu, sampai aku tidak bias bernafas.

c. Majas Sarkasme

Majas sarkasme adalah majas yang mengunakan gaya bahasa dengan sindiran langsung yang bersifat kasar, sehingga kesannya seperti hujatan. Contoh majas sarkasme antara lain:

-Anak itu hanyalah sampah masyarakat, pekerjaannya hanya membuat onar sana-sini.

-Deni itu totol sekali sampai memecahkan matematika dasar aja tidak bisa.

-Makanan di warung tadi sungguh membuatku ingin muntah.

-Febri dikenal sebagai orang yang sangat jorok.

-Bangunan reot itu sangat kumuh seperti tempat pembuangan sampah.

-Suara penyanyi saat acar pentas seni tadi malam sangat jelek sampai telingaku sakit.

-Tulisanmu berantakan sekali, sampai aku pusing membacanya.

-Jangan hiraukan orang itu, ia sangat dungu dan tidak tahu apa-apa.

-Acara tadi pagi sungguh kacau sehingga kami tidak bisa menikmatinya.

Keterangan: ungkapan “sampah masyarakat” adalah istilah yang digunakan untuk masyarakat yang tidak berguna sehingga disebutnya seperti sampah.

4. MAJAS PENEGASAN

Majas penegasan ini adalah majas yang bertujuan untuk memberi penegasan dengan menggunakan gaya bahasa yang memberi pengaruh kepada pembaca / pendengarnya agar mendukung suatu ungkapan atau kejadian yang sedang diungkapkan. Macam-macam majas ini dibagi menjadi 7, yaitu:

a. Majas Pleonasme

Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata yang sama, sehingga memberi kesan tidak efektif pada suatu kalimat/ungkapan, namun hal ini sengaja dilakukan untuk menegaskan suatu ungkapan. Contoh majas pleonasme yaitu:

-Kita harus fokus maju kedepan untuk mencapai visi misi kita.

-Silahkan mundur kebelakang jika tidak berkenan untuk mengikuti acara ini.

-Bagi yang sudah siap melakukan tes, silahkan masuk ke dalam ruangan.

-Pemuda Indonesia harus selalu mengingat sejarah masa lalu, supaya ingat perjuangan pahlawan-pahlawannya.

-Anak-anak yag sudah selesai menggambar silahkan angkat tangan ke atas.

Keterangan: maju pasti kedepan

b. Majas Repetisi

Majas repitisi adalah majas yang menggunakan gaya bahasa dengan kata yang di ulang-ulang pada sebuah kalimat. Berikut contoh majas repetisi:

-Kota ini adalah tempat kelahiranku, kota dimana aku dibesarkan, kota ini pula nantinya aku akan mati.

-Kamu ingin berubah, kamu harus rajin belajar, supaya nantinya kamu bisa sukses.

-Video ini bagus, video ini sangat menarik, video inilah yang membuatku semangat kembali.

-Laila adalah gadis cantik, gadis yang sopan santun, gadis ini sangatlah sempurna di mataku.

-Jembatan ini adalah tempat kenangan, jembatan ini menjadi saksi bisu, jembatan yang mempertemukan aku dengan dia.

c. Majas Retorika

Majas retorika adalah majas yang menggunakan gaya bahasa dalam bentuk kalimat tanya yang sebenarnya tidak perlu dijawab, hanya berfungsi untuk memberikan suatu penegasan. Contoh majas retorika antara lain adalah sebagai berikut :

-Siapa yang tidak sedih jika ditinggal orang yang paling ia kasihi?

-Siapa yang tidak ingin bertemu dengan orang terkenal se Indonesia itu?

-Bagaimana tidak pusing melihat kelakuan anak yang seperti ini?

-Siapa yang tidak ingin Indonesia menjadi negara yang makmur dan sejahera?

-Siapa yang tidak ingin virus corona ini cepat berlalu?

-Apa ada orang yang ingin meninggal su’ul khotimah?

Keterangan : pertanyaan “siapa yang tidak sedih ditinggal orang yang paling ia kasihi?” semua orang pasti menjawab sedih. Namun hal ini tidak perlu dijawab, ungkapan ini hanya untuk menegaskan bahwa ia merasa sedih ditinggal orang yang paling ia kasihi.

d. Majas Klimaks

Majas klimaks adalah majas yang menyatakan urutan suatu gagasan dari yang terendah hingga tertinggi.  Berikut contoh majas klimaks :

-Ibu Paula adalah wanita yang tegar, dari ia lahir, anak kecil, dewasa hingga sudah tua, ia sudah terbiasa sendiri ditinggal orang tua yang paling ia kasihi.

-Bank Rakyat Indonesia menerima tabungan dari semua lapisan dengan nominal berapapun mulai dari ribuan,  jutaan, milyaran hinggan triliunan rupiah.

-Pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, harus menjadi pembentuk karakter bangsa Indonesia.

-Bobi adalah anak kecil yang gemuk sekali, ukuran baju muulai dari  S, M, L, XL semua tidak muat di badannya.

-Kue buatan ibu yang kecil, sedang, besar sudah ludes di beli oleh warga karena rasanya yang enak.

e. Majas Antiklimaks

Majas Anti klimaks adalah kebalikan dari majas klimaks. Majas ini menyatakan urutan suatu gagasan dari yang tertinggi hingga terendah. Berikut contoh majas anti klimaks :

-Lulusan pendidikan S3, S2, dan S1 dipersilahkan mendaftarkan diri di perusahaan ini.

-Semua lapisan masyarakat mulai dari masyarakat modern, desa hingga pelosok diharuskan menaati peraturan pemerintah menggunakan masker ketika keluar rumah.

-Tua, muda dan anak-anak hendaknya berbahagia menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Ibdonesia tahun ini.

-Bapak Budi menerima jahitan baju mulai ukuran Jumbo, sedang, hingga kecil.

f. Majas Pararelisme

Majas Pararelisme adalah majas yang mengulang-ulang sebuah kata yang memiliki definisi yang berbeda. Gaya bahasa ini sering digunakan dalam karya sastra puisi. Pengulangan kata yang dilakukan di awal disebut dengan anafora, sementara pengulangan kata yang dilakukan di akhir adalah epifora. Berikut contoh majas pararelisme:

Cinta itu tulus
Cinta itu mengerti.
Cinta itu mengasihi.
Cinta itu memaafkan.

Engkau yang datang tiba-tiba
Engkau yang pergi tak bersuara
Engkau pula yang meninggalkan luka di dada.

Yang selalu meneduhkan itulah cinta.
Yang tak berharap balasan itulah cinta
Yang membuatmu selalu mengingatNya itulah Cinta.

Iklash itu tidak mengungkit-ungkit kebaikannya.
Ikhlash itu tidak melihat siapa penerimanya.
Ikhlash itu tidak berharap dapat pujian dari siapapun.

Laki-laki yang paling pengertian adalah ayahku.
Laki-laki yang penuh kasih saying adalah ayahku.
Laki-laki yang rela berkorban adalah ayahku.

g. Majas Tautologi

Majas tautologi adalah majas yang menegaskan suatu kondisi atau ungkapan dengan menggunakan kata-kata yang memiliki  makna yang sama (sinonim).

Contoh majas tautologi:

-Mereka terlihat nyaman, tenang dan tentram ketika bersama

-Acara konser tadi malam tiba-tiba ricuh sehinggan sangat tidak enak ditonton, disaksikan dan dilihat.

-Aisyah adalah wanita yang  penuh kasih, saying dan cinta.

-Kuburan itu terasa begitu sepi, senyap dan sunyi.

-Perayaan ulang tahun Andi tadi pagi begitu ramai, meriah, dan gagap gempita.

-Penari dalam acara gelar budaya kemarin tampak lemah lembut, gemulai dan begitu meliuk.

Demikian penjelasan mengenai pengertian majas, pembagian macam macam majas serta contohnya. Memang tidak sedikit pembagian majas di atas, namun dengan sering mengulang dan mengaplikasikan dalam penulisan karya sahabat insyaAllah akan lebih paham.

Semoga sahabat bisa mengambil manfaat dari tulisan ini. Terimakasih telah menyempatkan mampir dan membaca. Jangan lupa kembali lagi 🙂

Macam Macam Majas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *