Penjabaran Mengenai Iman Kepada Kitab Allah

rukun Iman kepada kitab Allah

Rukun iman yang ketiga dalam islam adalah mewajibkan seluruh umat muslim untuk iman kepada kitab Allah SWT. Harus diyakini sepenuh hati, bahwasanya Allah mewahyukan kitab tersebut pada Rasul dan Nabi-Nya untuk menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini.

Terdapat banyak hikmah dam keutamaan yang dapat diperoleh jika seseorang mengimani kitab Allah yang diwahyukan kepada para Utusan-Nya.

“Sudah berdoa? Sebelum lanjut, yuk berdoa sebelum belajar dulu..”

Contoh sederhananya jika Anda membaca dan mempelajari isi Al-Qur’an maka Allah akan melimpahkan pahala serta hidayah yang tiada ternilai. Apalagi kalau mau mengamalkan isi dari kitab Al-Qur’an.

Pengertian Iman Kepada Kitab Allah

Maksud iman kepada kitab Allah adalah suatu keyakinan dengan sepenuh hati, bahwa Allah menurunkan kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu yang diberikan pada Nabi dan Rasul pilihan untuk dijadikan pedoman bagi umat manusia di setiap zamannya.

Kemudian meyakini bahwa kitab-kitab itu bukanlah karangan para Nabi, tetapi benar-benar dari Allah Subhanahu Wata’ala. Allah akan selalu menjaga kemurnian Al-Qur’an hingga akhir zaman.

Asal kata “kitab” adalah dari bahasa Arab yakni kataba yaktubu kitabatan kitaban yang berarti tulisan. Maka arti kitab Allah menurut istilah ialah sebuah tulisan dari wahyu pada lembaran-lembaran yang dikumpulkan dalam bentuk buku.

Suhuf atau Lembaran

Selain kitab suci, Allah menurunkan beberapa lembaran atau suhuf. Suhuf yang dikumpulkan dan dibukukan bernama mushaf, atau nama lainnya kitab. Sehingga mushaf adalah bentuk jamak dari suhuf. Suhuf dan Mushaf berasal dari akar kata yang sama yang artinya menulis.

Perbedaan antara Kitab dan Suhuf

  • Isi dalam kitab lebih lengkap dibandingkan isi suhuf.
  • Suhuf hanya berupa lembaran yang tidak dibukukan, sedangkan kitab dijadikan buku.

Adapun jumlah suhuf ada 100, dengan rincian pembagian berikut ini:

  • 50 suhuf diberikan pada Nabi Syits AS,
  • 30 suhuf diberikan pada Nabi Idris AS,
  • 10 suhuf diberikan pada Nabi Ibrahim AS,
  • 10 suhuf diberikan pada Nabi Musa AS,

Kitab-Kitab yang Diturunkan Allah

Perlu Anda ketahui bahwa terdapat 4 kitab yang diwahyukan Allah pada utusan-Nya. Tiap kitab memiliki fungsi dan peran tersendiri di zaman kitab itu berada. Hal ini menandakan penyampaian kitab dilakukan secara berkelanjutan hingga diturunkan pada Nabi Muhammad SAW.

Meski tidak mengamalkannya, keberadaan kitab terdahulu ini pun mesti Anda yakini kebenaran dan keberadaannya. Berikut ini uraian singkat mengenai 4 kitab tersebut.

1. Kitab Taurat

Kitab ini disampaikan malaikat Jibril kepada Nabi Musa AS sekitar 12 abad sebelum Masehi, yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Isi kitab Taurat menerangkan perihal syariat atau hukum dan juga kepercayaan kepada Allah sebagai Tuhan Semesta Alam. Terdapat beberapa Isi pokok dalam kitab Taurat berupa firman Allah untuk bangsa Israil.

  1. Mewajiban untuk tauhid atau meyakini atas ke-esaan Allah.
  2. Mensucikan atau memperbanyak amal ibadah pada hari sabtu.
  3. Memerintahkan untuk selalu hormat dan menyayangi orang tua.
  4. Melarangan menyembah berhala.
  5. Melarang menyebut nama Tuhan dengan sia-sia atau menjelek-jelekkannya.
  6. Melarang membunuh sesamanya tanpa alasan.
  7. Melarang mencuri, berbuat zina, menjadi saksi palsu, dan mengambil hak orang lain.
  8. Kitab taurat berisi pula tentang sejarah Nabi terdahulu sampai Nabi Musa beserta kumpulan berbagai hukum.

2. Kitab Zabur

Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS merupakan nabi utusan Allah yang diberikan kitab Zabur pada abad 10 Masehi, kitab ini berisi nasihat-nasihat, doa, zikir, dan mazmur atau puji-pujian pada Allah memakai bahasa Qibti.

Tak ada kandungan hukum baru pada kitab ini, sebab Nabi Daud diperintahkan Allah untuk ikuti syariat yang sebelumnya dibawa Nabi Musa AS.

3. Kitab Injil

Kitab yang kira-kira diturunkan pada awal mula abad pertama Masehi untuk Nabi Isa AS, kitab ini ditulis dalam bahasa Suyani oleh murid-murid Nabi Isa.

Kitab Injil diturunkan di kawasan Mesir dan daerah Israel. Isi dari kitab berupa ajakan tauhid kepada Allah dan menguatkan serta membenarkan pokok ajaran pada kitab terdahulu yaitu Zabur dan Taurat.

4. Kitab Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan pada abad ketujuh Masehi untuk Nabi Muhammad SAW, ditulis menggunakan bahasa Arab.

Tempat disampaikannya kitab ini berada di Makkah, Madinah, dan daerah sekitanya. Al-Qur’an adalah kitab umat islam yang tak ada keraguan dan terjaga dari kesalahan sebab kitab ini penyempurna dari kitab terdahulu.

Sebagai sumber segala ilmu secara umum Al-Qur’an berisi mengetahui beberapa hal pokok antara lain.

  1. Kepercayaan akan ketauhidan yakni keesaan Allah Taala.
  2. Menjabarkan bagaimana tata cara beribadah dalam fikih.
  3. Menjalankan akhlak atau budi pekerti pada kehidupan sehari-hari.
  4. Merupakan sebuah tuntunan dalam hidup.
  5. Sebagai sumber ilmu pengetahuan.
  6. Memberi kabar gembiran untuk orang-orang yang beriman, dan sebagai peringatan bagi orang yang kafir.
  7. Sebuah kewajiban untuk berdakwah atau jihad dalam membela agama.

Terdapat tiga tahapan dalam hal beriman kepada Al-Qur’an, yakni:

  • Membaca Al-Qur’an atau Qotmil.
  • Membaca dan Memahami Al-Qur’an atau Tartil
  • Membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur’an atau Hafidz.

Cara Beriman Kepada Kitab Allah

  • Mengamalkannya dengan membaca, memahami, menghafal, dan menjalankan semua ajaran dalam kitab Al-Qur’an.
  • Meyakini semua kitab Allah, bahwa semua kitab yang diberikan pada Nabi terdahulu itu benar adanya. Terlepas dari kondisi kitab-kitab itu pada saat ini, apakah masih asli atau tidak.

Manfaat serta Hikmah Iman Kepada Kitab Allah

  1. Dengan beriman pada kitab-Nya akan memperkuat keimanan kepada Allah.
  2. Menjadikan hidup lebih teratur, serta jelas arah dan tujuannya.
  3. Dapat menjawab berbagai hal yang tak bisa dijawab oleh akal maupun ilmu pengetahuan, sehingga menghindarkan dari kesesatan berpikir.
  4. Memperkaya ilmu pengetahuan, sebab dalam Al-Qur’an selain perintah dan larangan terdapat pula pokok-pokok ilmu pengetahuan segala aspek kehidupan yang mutlak kebenarannya.
  5. Dapat mensyukuri nikmat Allah berupa pedoman menjalani hidup yang berat ini.
  6. Menjaga ketakwaan Anda kepada Allah serta menjauhkan diri dari larangan-Nya.
  7. Menghidupkan sikap optimis agar meraih kesuksesan dan kebahagiaan baik di dunia hingga akhirat.
  8. Al-Qur’an akan memberikan syafaat atau pertolongan di akhirat kelak pada manusia yang sering mengamalkannya.

Perilaku yang Mencerminkan Iman Kepada Kitab Allah

Orang yang beriman serta benar-benar mengamalkan isi dalam Al-Qur’an akan berpengaruh pada perilakunya. Tentunya orang tersebut akan mencerminkan tingkah laku yang ada dalam isi kitab.

Berikut ini beberapa contoh yang mencerminkan perbuatan yang menunjukkan Anda beriman pada kitab Allah.

  1. Melaksanakan segala hal yang diajarkan di dalam Al-Qur’an, misal zakat, salat, dan puasa.
  2. Semua larangan dijauhi seperti yang diajarkan di Al-Qur’an, contohnya mencuri, berjudi, dan minum arak.
  3. Mengupayakan untuk selalu membaca Al-Qur’an atau tadarus sesudah menunaikan salat wajib atau ketika Anda punya waktu luang.
  4. Terus berusaha untuk menghafal dan mempelajari Al-Qur’an.
  5. Selalu memuliakan Al-Qur’an dan tak menyentuhnya kecuali bila Anda dalam keadaan suci, menaruhnya di tempat yang suci dan tinggi.

Rukun iman merupakan aturan atau ajaran dalam islam di mana semua umat muslim mempercayainya. Di antara rukun iman ini terdapat iman kepada kitab Allah, karenanya Anda sebagai muslim wajib untuk  meyakininya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *