Pengertian Frasa Beserta Contohnya Secara Lengkap

frasa adalah

Frasa/frase atau dalam bahasa Inggris biasa disebut sebagai phrase merupakan unsur yang sering kita gunakan dalam menyusun sebuah kalimat. Suatu kalimat yang baik biasanya terdiri dari susunan kata, frasa dan klausa. Lalu apa yang disebut sebagai frasa, dan apa yang membedakannya dengan kata, klausa maupun kalimat? Simak penjelasan berikut ini!

Pengertian Frasa

Frasa adalah suatu fungsi kalimat yang terdiri dari dua kata atau lebih tetapi memiliki satu kesatuan makna. Frasa merupakan satuan yang lebih besar dari pada ‘kata’ dan lebih kecil dari pada ‘klausa’ maupun ‘kalimat’.

Perlu diperhatikan bahwa dalam struktur bahasa, frasa tidak memiliki predikat sehingga tidak dapat berdiri sendiri dan tidak bisa disebut sebagai kalimat.

Dalam sebuah kalimat, fungsi S (Subjek) dan P (Predikat) wajib ada. Sedangkan fungsi lainnya dapat ditambahkan sebagai pelengkap. Jika tidak ditambahkan juga tidak apa-apa.

Suatu kalimat dapat tersusun dari beberapa unsur yang berupa kata, frasa dan klausa.

Contoh kalimat yang terbentuk dari beberapa frasa:

Delapan orang siswa itu sedang memancing di pinggir sungai.

Kalimat di atas terdiri dari tiga frasa, yaitu:

  • Delapan orang siswa (S)
  • sedang memancing (P)
  • di pinggir sungai (Ket. tempat)

Setelah ketiga frasa tersebut digabung maka dapat disebut sebagai kalimat yang sempurna.

Perbedaan Kata, Frasa, Klausa dan Kalimat

frasa adalah
Bahasakita.com

Kempat istilah ini sering membingungkan orang yang belum memahami perbedaannya. Berikut ini perbedaan keempatnya merujuk dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Kata: merupakan satuan bahasa paling kecil yang bisa berdiri sendiri.

Frasa: adalah satuan bahasa yang tersusunan dari dua kata atau lebih yang tidak memiliki predikat. Tidak berpotensi menjadi kalimat.

Klausa: merupakan satuan gramatikal yang membentuk kelompok kata, setidaknya terdiri dari subjek dan predikat sehingga berpotensi menjadi kalimat bila diakhiri dengan tanda baca.

Kalimat: Satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri serta mempunyai intonasi final.

Ciri Ciri Frasa

Berikut ciri-ciri frasa yang perlu dipahami:

  • Minimal terdiri dari dua kata, bisa juga  lebih
  • Dalam struktur kalimat memiliki fungsi gramatikal
  • Memiliki setidaknya satu makna gramatikal
  • Nonpredikatif ( artinya tidak memiliki predikat)
  • Suatu frasa hanya menduduki satu fungsi kalimat (subjek, predikat, objek, atau keterangan)

Kategori Frasa

1. Frasa Setara dan Bertingkat

Bagaimana suatu frasa dikatakan setara dalam sebuah susunan kalimat? yaitu ketika unsur penyusunnya memiliki  tingkat yang setara atau sama.

Contoh frasa setara:

Saya dan paman makan-makan dan minum-minum di teras rumah.

Penjelasan kalimat di atas adalah: frasa  ‘saya dan paman’ merupakan frasa sama karena dua unsur tersebut tidak saling menjelaskan satu sama lain.

Frasa ‘makan-makan’ dan ‘minum-minum’ pada kalimat tersebut juga disebut sebagai frasa setara, karena ditandai oleh  kata ‘dan’ / ‘atau’ diantara kedua unsur dalam sebuah kalimat.

Lalu, bagaimana  suatu frasa dikatakan bertingkat ? yaitu ketika unsur penyusunnya terdiri atas inti dan atribut kalimat.

Contoh frasa bertingkat:

Bibinya Ainun akan datang Juli nanti.

Frasa ‘Juli nanti’ terdiri atas unsur atribut dan inti dalam kalimat tersebut, yang menjadi inti adalah ‘Juli’.

2. Frasa Idiomatik

Sebelum membahas frasa idiomatik, sebaiknya perhatikan dua kalimat berikut ini :

  • Dalam peristiwa perampokan kemarin, seorang warga menjadi kambing hitam.
  • Untuk menyelamati anaknya, keluarga Basuki menyembelih dua ekor kambing hitam.

Pada kalimat pertama dan kedua, sama-sama menggunakan frasa ‘kambing hitam’, namun memiliki perbedaan makna.

Kambing hitam pada kalimat pertama memiliki makna pihak yang disalahkan dalam kejadian tersebut. Sedangkan kambing hitam pada kalimat kedua memiliki makna seekor kambing yang hitam bulunya.

Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungannya makna kambing hitam pada kalimat pertama dan kedua, itulah yang disebut dengan frasa idiomatik. Dengan kata lain, frasa ini berdasarkan makna kata yang membentuknya, maknanya tidak bisa dijabarkan.

Konstruksi Frasa

Frasa terbagi menjadi dua konstruksi, yaitu frasa eksosentrik dan frasa endosentrik, apa perbedaanya? Simak uraian berikut ini.

1. Frasa Eksosentrik

Frase eksosentrik merupakan frase yang tak memiliki persamaan distribusi terhadap salah satu atau semua unsurnya.

Perhatikan contoh kalimat berikut ini, yang termasuk frasa eksosentrik:

Kedua pengusaha itu telah melakukan jual beli.

‘Kedua pengusaha itu’ dan ‘telah melakukan’ keduanya merupakan frasa endosentrik. Sedangkan frasa eksosentriknya dalam kalimat itu adalah frasa ‘jual beli’.

Frasa ‘kedua pengusaha’ itu bisa diwakili kata ‘pengusaha’. Begitu pula dengan frasa ‘melakukan’.

Namun, kata ’jual’ maupun ‘beli’ tidak bisa mewakili frasa ‘jual beli’. Kenapa tidak bisa mewakili? Perlu dipahami bahwa frasa ‘jual beli’ kedudukannya sama sehingga frasa tersebut merupakan inti.

2. Frasa Endosentrik

Frasa Endosentrik merupakan frasa yang salah satu unsurnya mempunyai perilaku sintaksis sama dengan keseluruhan unsurnya, sehingga salah satu komponen dapat menggantikan kedudukan seluruh komponen.

Contoh kalimat:

Adik sedang minum susu. Komponen frasa “sedang minum” dapat diganti dengan kata “minum” saja, tanpa mengubah makna frasa tersebut.

Terdapat 3 jenis frasa endosentrik yang perlu dipahami :

  • Koordinatif

Yaitu frasa endosentrik yang dihubungkan dengan kata ‘atau’ dan ‘dan’, contohnya adalah :

Teras dan kamar sedang disapu.

  • Atributif

Yaitu frasa endosentrik yang tidak terdapat kesetaraan dalam unsur-unsur penyusunnya, contohnya adalah :

Stadion besar yang akan dibangun berada di London.

  • Apositif

Yaitu frasa endosentrik yang unsurnya memiliki makna yang sama dengan unsur lain jika dilihat secara semantik, contohnya adalah :

Diana, putri Bu Kiky, berhasil menjadi pegawai teladan.

Kelas Frasa

Frasa bisa dibagi menjadi beberapa kelas yaitu frasa kerja, sifat, benda, bilangan, keterangan, frasa depan, dan frasa ambigu. Perhatikanlah uraian berikut ini agar lebih memahami.

1. Frasa Nomina atau Frasa Benda

Frasa nomina adalah frasa yang sama dengan kata benda dalam distribusinya. Kata benda dalam frasa benda memiliki fungsi sebagai unsur pusat.

Contoh :

  • Mutiara menerima ampau hari raya.
  • Maulia menerima ampau.

Dalam kalimat di atas adalah frasa nomina karena ‘hari raya’ merupakan frasa  distribusi sama dengan kata benda ‘ampau’.

2. Frasa Verba atau Frasa Kerja

Frasa verba adalah frasa yang sama dengan kata kerja atau verba dalam distribusinya dalam kalimat, perhatikanlah contoh berikut ini.

  • Budiarsih sejak pagi tadi akan mengetik dengan komputer baru.

Dalam contoh frasa tersebut, frasa ‘akan mengetik’ distribusinya sama ‘mengetik’ dan merupakan kata kerja.

3. Frasa Sifat

Frasa sifat memiliki kesamaan dengan kata sifat dalam distribusinya. Selain itu, frasa ini juga memiliki inti. Contohnya adalah sebagai berikut :

  • Makanan yang disuguhkan itu memang enak-enak.
  • Makanan yang disuguhkan itu enak-enak.

4. Frasa Adverbia atau Frasa Keterangan

Frasa Adverbia merupakan frasa yang memiliki kesamaan dengan kata keterangan dalam distribusinya. Inti dari frasa adverbia yang harus dipahami adalah frasa ini seringkali menduduki fungsi sebagai keterangan.

Contoh :

  • Sering sekali Nadia datang pagi buta.
  • Nadia sering sekali datang pagi buta.
  • Nadia datang pagi buta sering sekali.

5. Frasa Numeralia atau Frasa Bilangan

Frasa Numeralia merupakan frasa yang memiliki kesamaan dengan kata bilangan dalam distribusinya. Frasa ini biasanya dibentuk dengan menambahkan kata bantu bilangan atau kata penggolong pada kalimat.

Contoh :

Delapan pelayan itu diantar menuju dek.

6. Frasa Preposisional atau Frasa Depan

Frasa Preposisional merupakan frasa yang memiliki unsur penjelas yaitu kata depan dan kata lainnya.

Contoh :

Perempuan di belakang itu memberikan jawaban kepada penanya.

7. Frasa Ambigu

Dalam susunan frasa terkadang ditemui ambiguitas yaitu makna ganda.

Contoh :

Kambing hitam  dan motor tetangga lama sudah datang.

Penjelasan kalimat di atas adalah ‘kambing hitam’ memiliki makna seseorang yan disalahkan dan kambing yang hitam bulunya. Begitu pula dengan ‘motor tetangga lama’ yaitu yang lama adalah  tetangganya atau motor yang lama.

Memahami frasa beserta contoh-contohnya merupakan hal yang penting dalam ilmu bahasa. Dengan memahami frasa dengan baik dan benar, sebuah bahasa pun akan digunakan dengan utuh.

Bulletsoverbroadway.com

Peraturan Sepak bola

Hawang Tri
4 min read

Suku Baduy

Ridho Ilmansyah
4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *