Pengertian Dan Contoh Teks Negosiasi Lengkap

contoh teks negosiasi

Contoh teks negosiasi biasanya sering digunakan sebagai acuan bagi Anda yang ingin memberikan penawaran untuk orang lain guna mencapai keputusan bersama. Proses negosiasi sendiri biasanya dilakukan karena adanya perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak tanpa ada niat untuk merugikan satu sama lain.

Negosiasi tentu bukan lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat pada umumnya, karena dalam hidup bermasyarakat tentu Anda pernah melakukannya, misalnya ketika melakukan tawar menawar di pasar. Dalam proses tawar menawar yang dilakukan secara otomatis Anda sudah melakukan proses negosiasi agar bisa mendapatkan keuntungan tanpa merugikan pedagang.

Pengertian Negosiasi

Negosiasi adalah proses interaksi yang dilakukan oleh dua kelompok maupun individu yang memiliki tujuan berbeda untuk bisa mendapatkan kesepakatan terbaik guna mencapai tujuannya.

Negosiasi awalnya berasal dari kata Inggris “negotiation” yang artinya strategi khusus atau perundingan. Sifat manusia yang cenderung tidak ingin kalah membuat orang saling bernegosiasi.

Dengan adanya pilihan terbaik ini, maka semua pihak bisa mempelajari cara negosiasi yang baik agar bisa memberikan keuntungan posisi pada bidang sosial maupun bisnis. Strategi bernegosiasi harus disusun dengan baik agar kesepakatan bisa cepat terjalin. Anda harus mampu menawarkan keuntungan bagi pihak lain jika ingin proses negosiasi berjalan dengan lancar dan menguntungkan.

Upaya negosiasi harus dilakukan ketika Anda tidak memiliki pilihan lain untuk bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau memiliki solusi untuk mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Dengan adanya proses negosiasi ini, Anda bisa mencari solusi terbaik untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya – Jual Beli

Orientasi:

Penjual: “Silakan Bu lihat-lihat, mau cari apa?”

Permintaan

Pembeli: “Iya mas, disini jual kipas yang bisa mati sendiri gak?”

Penjual: “Maksudnya kipas yang bisa diatur setelah beberapa jam mati sendiri gitu ya?”

Pembeli: “Iya mas, yang seperti itu”

Penjual: “Iya ada Bu, ada yang merek panasonic dan merek sharp. Ibu suka yang mana?”

Pembeli: “Yang lebih bagus merek apa ya mas?”

Penjual: “Semuanya bagus Bu, kalau yang lebih mahal yang Panasonic.”

Pembeli: “Ohh iya, coba lihat barang-barangnya mas”

Penjual: “Iya silakan masuk Bu !”

Pembeli: “Boleh dicoba nyalakan mas? Saya mau bandingkan antara keduanya.”

Penjual: “Boleh banget Bu, silakan”

Pembeli: “Kayaknya lebih kenceng yang Panasonic mas”

Pemenuhan

Penjual: “Iya Bu, yang Sharp harganya 400 ribu, kalau yang panasonic 600 ribu.”

Pembeli: “Wah masal sekali yang Panasonic.”

Penjual: “Iya bu, Panasonic memang bagus barangnya dan ada garansi 1 tahun”

Pembeli: “Berarti kalo belum ada satu tahun, terus barangnya rusak bisa minta perbaikan kratis ya mas?”

Penjual: “Betul Bu.”

Penawaran

Pembeli: “Saya suka yang Panasonic, tapi kak mahal sekali mas. Apa tidak bisa kurang itu?”

Penjual: “Ini sudah murah sekali Bu, karena kami termasuk agen Panasonic. Kalau Ibu beli ke reseller pasti lebih mahal lagi.”

Pembeli: “Masak gak ada diskon Mas?”

Penjual: “Ohh iya, kami kasih diskon 5% kalau Ibu beli barang lain satu lagi disini”

Persetujuan

Pembeli: “Oke mas, sekalian beli jam dinding yang putih itu ya. Berapa harganya?”

Penjual: “Jam putih 60 ribu Bu”

Pembeli: “Baik mas, mumpung di ruang tamu juga belum ada jam dindingnya”

Penjual: “Kamar mandi gak sekalian di kasih jam Bu? Hehe.”

Pembeli: “Iya mas, nanti kalo saya dapat warisan, kandang ayam dikasih jam juga hahaha”

Penjual: “Bisa aja Ibuk mah”

Pembelian

Penjual: “Oke, kipas angin Panasonic diskon 5% jadi 570 ribu, ditambah jam dinding 60 ribu, total 630 ribu.”

Pembeli: “Baik mas, ini uangnya”

Penjual: “Iya Bu, ini kembaliannya”

Penutup

Pembeli: “Iya, trima kasih ya mas.”

Penjual: “sama-sama Bu, kalau butuh apa-apa silakan kesini lagi ya Bu. Kalau sudah langganan akan dapat diskon yang lebih besar”

Pembeli: “Mantap mas.. Baik insyaAllah mas”

Contoh Teks Negosiasi Singkat

sahabatnesia.com

Contoh Teks Negosiasi Dalam Keluarga

Ayah dan Maulana yang sedang duduk di ruang keluarga mulai membicarakan bagaimana kelanjutan sekolah Maulana setelah lulus SMP, karena sebentar lagi Maulana akan lulus dari sekolah SMP. Ayah dan Maulana memiliki pendapat yang berbeda tentang sekolah yang harus dipilih. Hal ini akhirnya membuat Maulana dan Ayah saling bernegosiasi tentang masalah tersebut.

Ayah: “Maulana, apakah kamu sudah memutuskan ingin melanjutkan sekolah kemana?”

Maulana: “Maulana sih inginnya masuk SMA Bumi Bangsa yah.”

Ayah: “Kenapa kamu memilih SMA? Ayah ini kamu masuk sekolah SMK saja biar bisa.”

Maulana: “Kenapa harus di SMK yah?”

Ayah: “Begini nak, lulusan SMK bisa lebih mudah langsung bekerja karena memang dipersiapkan untuk hal tersebut.”

Maulana: “Tapi ayah, Maulana ingin kuliah dan mengambil jurusan komputer dan katanya harus dari SMA.”

Ayah: “Tak masalah jika kamu ingin melanjutkan kuliah, setahu ayah sekarang juga sudah ada koko SMK yang khusus di bidang komputer. Sehingga setelah lulus kamu bisa menentukan sendiri ingin berkuliah atau kerja terlebih dahulu.”

Maulana: “Memang begitu yah? Lalu SMK apa yang memiliki jurusan khusus komputer?”

Ayah: “SMK Wina, anak teman ayah beberapa tahun lalu masuk disana dan mengambil jurusan komputer juga. Sekarang dia sudah bekerja.”

Maulana: “Baik ayah, Maulana coba cari informasi dulu ya tentang sekolah itu. Apakah cocok dengan keinginan Maulana atau tidak.”

Ayah: “Boleh saja nak, ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu.”

Maulana: “Baik ayah, terima kasih.”

Contoh Teks Negosiasi Di Sekolah

Sebagai ketua kelas Dinda diberikan kepercayaan oleh wali kelasnya untuk menanyakan tujuan liburan yang ingin oleh teman-teman kelasnya. Awalnya Dinda mengusulkan untuk pergi ke Pulau Pari, namun ternyata teman-temannya menginginkan tujuan wisata lain. Akhirnya terjadilah proses negosiasi antara Dinda dan wali kelas di ruangan.

Wali kelas: “Dinda, bagaimana tentang rencana liburan ke Pulau Pari, apakah kamu sudah berbicara dengan teman-teman yang lain?”

Dinda: “Saya sudah menanyakannya bu, tetapi mereka mengusulkan untuk pergi ke Pulau Tidung.”

Wali kelas: “Kenapa mereka ingin kesana, Pulau Pari kan bagus bisa santai disana?”

Dinda: “Iya bu, tapi katanya pemandangan di Pulau Tidung jauh lebih bagus dan cocok untuk menyelam. Mereka juga belum pernah kesana jadi ingin berkunjung.”

Wali kelas: “Waduh, tapi ibu sudah membicarakan hal ini kepada kepala sekolah dan beliau sudah menyetujui bahkan kita akan pergi ke Pulau Pari.”

Dinda: “Iya bu, tapi kayaknya banyak yang tidak mau ikut jika ke Pulau Pari karena banyak yang bilang sudah terlalu sering kesana.”

Wali kelas: “Terus gimana ya? Ibu juga sudah mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan kita?”

Dinda: “Gimana kalo saya dan beberapa teman nanti menghadap kepala sekolah langsung untuk membicarakan hal ini bu?”

Wali kelas: “Yasudah kalo begitu, secepatnya ya kamu menghadap ke kepala sekolah dan kabari ke ibu bagaimana hasilnya.”

Dinda: “Baik bu.”

Wali kelas: “Yasudah kamu boleh kembali ke kelas.”

Dinda: “Terima kasih, selamat siang bu.”

Contoh Teks Negosiasi dengan Tukang Ojek

Kegiatan negosiasi dapat terjadi dimana saja, termasuk di pangkalan ojek. Kalau kamu mahir bernegosiasi maka akan mudah mencapai kesepakatan terbaik.

Penumpang: “Bang kalau ke pasar besar berapa?”

Tukang Ojek: “15 ribu aja bang”

Penumpang: “Kok jadi mahal Bang, kan dulu Cuma 10 ribu”

Tukang Ojek: “Iya Bang, itu harga seminggu yang lalu. Sekarang sudah naik, karena jalan ini sekarang searah. Sehingga gak bisa langsung lurus ke pasar besar. Harus muter dulu ke selatan lewat Jalan Sukarno Hatta.”

Penumpang: “Jalan Sukarno Hatta kan juga deket situ Bang. Kok tambahnya sampai 5 ribu. Gini aja deh Bang, saya tambahin 2 ribu kalau mau. Jadi 12 Ribu.”

Tukang Ojek: “Oke deh Bang, tapi sampai perempatan Paron saja ya. Tidak usah nyebrang ke depan pasar”

Penumpang: “Baik bang, setuju. Ayok langsung caw..”

Contoh Teks Negosiasi Kerjasama

Contoh ini tentang kerjasama antara toko elektronik dengan panitia seminar Internet Marketing.

Panitia Seminar: “Selamat Pagi Pak, Kami ingin menawarkan kerjasama dengan toko bapak”

Pemilik toko: “Kerjasama apa ya dik?”

Panitia Seminar: “Begini pak, kami mau mengadakan seminar internet marketing yang akan mendatangkan pakarnya langsung dari Jakarta. Kami tau bahwa toko bapak adalah toko elektronik terbesar disini. Jika bapak mau membantu mendanai acara ini, maka akan kami jadikan toko bapak sebagai sponsor utamanya.”

Pemilik Toko: “Ohh begitu. Kira-kira berapa peserta yang akan hadir?”

Panitia Seminar: “Sementara ini peserta yang mendaftar sudah mencapai 200 orang. Pendaftaran masih terus dibuka sampai tanggal 30 Maret Pak”

Pemilik Toko: “Wah banyak juga ternyata pesertanya”

Penitia Seminar: “Iya pak, karena pematerinya adalah Mas Vatih. Pebisnis online sukses pemilik Pesantren Sintesa Magetan, sehingga banyak sekali yang tertarik.”

Pemilik Toko: “Baik, saya mau jadi penymbang dananya. Tapi syaratnya saya boleh pasang X Banner di setiap sudut ruangan acara itu ya mas.

Panitia seminar: “Baiklah pak, boleh asalkan tidak sampai mengganggu peserta”

Pemilik Toko: “Oke, kalau begitu saya minta proposalnya ya, biar saya pelajari dulu”

Panitia Seminar: “Boleh pak, ini silakan”

Contoh Teks Negosiasi Dalam Jual Beli

Pada siang yang cerah, seperti biasa pasar Klewer melakukan kegiatan jual beli. Amir yang sedang berlibur ingin membelikan sesuatu untuk ibunya sebagai oleh-oleh. Amir pun pergi ke pasar Klewer dengan niat ingin membeli kerudung untuk ibunya. Disana terjadilah proses negosiasi yang dilakukan oleh Amir dan pedagang kerudung.

Penjual : “Mari kak mampir, mau cari apa?”

Amir: “Saya mau beli kerudung untuk ibu, apakah ada?”

Penjual: “Ada kak silahkan masuk saja dulu dilihat-lihat. Mau cari kerudung yang model gimana kak?”

Amir: “Model yang biasa aja yang cocok untuk ibu-ibu. Soalnya untuk hadiah ibu saja.”

Penjual: “Kira-kira ibunya suka warna apa kak? Biar saya carikan beberapa referensi modelnya.”

Amir: “Sepertinya ibu saya belum memiliki kerudung yang berwarna biru langit dan juga ungu.”

Penjual: “Bagaimana kalau yang ini kak? Modelnya simple dan cocok digunakan untuk segala suasana.”

Amir: “Bagus juga sih sepertinya cocok untuk ibu saya. Harganya berapa ya?”

Penjual: “Untuk yang model ini saya kasih harga spesial kak, 50 rb aja.”

Amir: “mahal juga ya. Saya tawar 25 ribu boleh.”

Penjual: “Jangan kak, sudah harga pas”

Amir: “Tidak bisa kurang lagi?”

Penjual: “Gimana klo 45 ribu kak?”

Amir: “Yah, gak bisa 40 gitu?”

Penjual: “Yaudah saya kurangin deh kak jadi 35 gimana? Kalo kakak mau ambil 3 sekalian saya kasih 100 ribu 3 deh.”

Amir: “Yaudah saya ambil 3 deh, yang warna biru, ungu sama hitam saja yang netral.”

Penjual: “Ada lagi yang mau dibeli kak?”

Amir: “Sudah itu saja.”

Penjual: “Uangnya pas ya kak 100 rb. Ini barangnya. Terima kasih datang kembali.”

Amir: “Sama-sama.”

Beberapa contoh teks negosiasi di atas memberikan penjelasan yang lebih lengkap tentang bagaimana negosiasi diterapkan. Dalam segala bidang, proses negosiasi memang selalu dibutuhkan untuk bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Melalui informasi tersebut Anda bisa mempelajari cara negosiasi yang baik dan tepat.

contoh teks negosiasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *