Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Jual Beli Tanah, Hutang, Kontrak/Sewa Rumah DLL

surat perjanjian

Hallo sobat BOB.. Anda dapat menemukan berbagai contoh surat perjanjian di bagian bawah artikel ini. Sebelum itu, simak dulu ulasan tentang surat perjanjian berikut ini.

Surat perjanjian adalah surat kesepakatan antara dua belah pihak yang berkaitan dengan hukum yang berlaku.

Membuat surat perjanjian tidaklah sesulit yang sobat fikirkan, hanya memang butuh ilmu dan beberapa contoh untuk menuliskannya. Berikut kita uraikan cara-cara membuat surat perjanjian.

Cara Membuat Surat Perjanjian

Langkah-langkah membuat surat perjanjian sebenarnya hampir sama dengan penulisan surat-surat yang lain. Hanya memang berdasarkan fungsinya sebagai perjanjian, maka isi dari suratnya adalah perjanjian antara dua belah pihak.

Karena berisi perjanjian maka akan berhubungan dengan hukum-hukun yang berlaku di Indonesia. Bahkan sudah diatur dalam Undang-Undang pasal 1320 KUHP yang menjelaskan tentang syarat sah surat perjanjian.

Adapun syarat yang pertama tentunya adanya kesepakatan antara kedua belah pihak, kemudian yang kedua yaitu keduanya mampu menjalankan hukum yang berlaku, yang selanjutnya yaitu ada benda kesepakatan yang jelas dari segi jenis, jumlah dan kualitasnya.

Kemudian terakhir adalah perjanjian tersebut berdasarkan hukum yang berlaku, dengan syarat kuasa dimana nanti bisa dipertanggungjawabakan.

Penulisan surat perjanjian ini sama dengan surat resmi hanya saja ditambah dengan materai atau menggunakan surat yang bersegel. Saat menuliskan surat perjanjian ini tidak boleh ada unsur paksaan dari kedua belah pihak. Nah surat perjanjian juga harus ditulis oleh orang yang sudah dewasa serta sehat rohani ya sobat

Sementara untuk Formatnya adalah sebagai berikut :

  • Judul surat harus ditulis dengan singkat, padat dan jelas.
  • Ditulis nomor surat, lalu ditambah nama dan keterangan
  • Yang terpenting yaitu isi perjanjian-perjanjian yang telah disepakati dan jangan sampai ada hal yang terlewat, tulislah hal sedetail mungkin.
  • Tanda tangan dari kedua belah pihak.
  • Terdapat saksi yang menyaksikan penandatanganan surat.
  • Melampirkan surat kontrak.

Fungsi Surat Perjanjian

Surat perjanjian ini memiliki fungsi yang sangat penting, karena ini menyangkut hal-hal yang berharga serta hukum yang berlaku.

Adapun fungsi surat perjanjian ini yaitu sebagai barang bukti bahwa kedua belah pihak telah melakukan perjanjian. Selain itu untuk mengantisipasi terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pihak sehingga ketika ketika hal tersebut terjadi maka bisa dibawa ke ranah pengadilan.

Itulah salah satu fungsi mengapa harus disertakan materai pada surat perjanjian, agar ia memilki kekuatan hukum. Sehingga surat perjanjian ini tidak bisa untuk main-main, karena merupakan surat yang sangat beresiko.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli tanah bisa jadi merupakan transaksi yang terbesar dalam hidup Anda, karena nominalnya sangat besar. Banyak sekali aspek legal yang perlu dicermati sebelum jual beli tanah agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari. Salah satunya adalah surat perjanjian.

Mungkin Anda butuhkan: Contoh Surat Kuasa Jual Beli Tanah

Surat ini diperlukan melindungi pembeli maupun penjual dari penipuan maupun wanprestasi (ingkar janji) dari pihak lain. Berikut contoh surat perjanjian jual beli tanah yang dapat kami sajikan.

contoh surat perjanjian jual beli tanah

Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Cahyo Gumelar
Tempat, Tgl Lahir : Yogjakarta, 15 November 1984
Pekerjaan : Wira Usaha
Alamat  : Jl. Joyo Makmur Blok M No. 19 Kota Yogyakarta
No KTP  :  ………………………………………………………..

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama atau Pihak Penjual.

Nama : Jaja Raharja
Tempat, Tgl Lahir : Semarang, 2 Maret 1979
Pekerjaan :  Guru
Alamat  : Jl. Candi Catur Gg.05 Kota Yogyakarta
No KTP : ………………………………………………………………

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua atau Pihak Pembeli .

Pada hari ini , Senin 5 Maret 2018, Pihak pertama dengan ini berjanji untuk menyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual kepada pihak kedua dan pihak kedua juga berjanji menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari pihak pertama berupa :

Sebidang tanah dengan Hak…………………………. yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah : ………………….. yang berlokasi di alamat lengkap :

…………………………………………………………………………………………

Dengan ukuran tanah: panjang 100 m (seratus meter), lebar 50 meter (lima puluh meter). Luas tanah 5000  (lima ribu meter persegi ), dan untuk selanjutnya disebut Tanah. Dengan batas-batas tanah adalah sebagai berikut :

  • Sebelah utara : Berbatasan dengan ……………………………………………………………………………………
  • Sebelah selatan : Berbatasan dengan ……………………………………………………………………………………
  • Sebelah timur : Berbatasan dengan ……………………………………………………………………………………
  • Sebelah barat : Berbatasan dengan ……………………………………………………………………………………

Tanah tersebut oleh pihak pertama dijual lepas atau selama-lamanya kepada pihak kedua dengan harga Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dengan pembayaran yang dilakukan secara tunai dan lunas.

Demikian pernyataan ini kami buat dengan sadar dan rasa kekeluargaan serta tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun. Apabila kami mengingkari perjanjian ini kami bersedia mematuhi hukum yang berlaku.

Yogyakarta, 6 Maret 2018

Pihak Kedua(Jaja Raharja)Saksi I(Guntur Laksono)Pihak Pertama(Cahyo Gumelar)Saksi II(Rendi Setiawan)

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Suatu usaha ataupun instansi tidak dapat mencapai target-targetnya sendiri. Pasti memerlukan kerjasama dengan pihak lain. Sehingga dalam dunia usaha kerjasama tidak dapat dihindarkan lagi.

Agar kerjasama berjalan dengan aman, maka diperlukan adanya surat perjanjian yang mengikat dan melindungi hak-hak masing-masing peserta kerjasama.

contoh surat perjanjian kerjasama

SURAT PERJANJIAN
MEMORANDUM OF UNDERSTANDING

Pada hari ini, hari senin tanggal 27 November 2017 telah ditandatangani Surat Perjanjian antara:

Randy Surya Wiryawan Direktur Best Agency yang bekedudukan di Jl. TB Simatupang No 122-123, Jakarta Selatan. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Best Agency. Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama  : Reni Maryati
Jabatan  : Model
Diwakili oleh Orang Tua : Siti Sundari
Alamat : Jl Pramuka Selatan 98
No KTP : 9887610191280111

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA (secara bersama-sama disebut PARA PIHAK)

Menerangkan terlebih dahulu:

  1. Bahwa, PIHAK PERTAMA adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang Talent Management.
  2. Bahwa, PIHAK KEDUA adalah Talent yang akan berperan dalam proyek photosoot dan produk entertainment lain yang dimediasikan oleh PIHAK PERTAMA.

Sebagai tindak lanjut dari maksud PARA PIHAK, maka dengan ini PARA PIHAK sepakat dan mengikatkan diri untuk membuat perjanjian ini dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut:

PASAL 1

BAGIAN UMUM

  • Bahwa PIHAK KEDUA menunjuk PIHAK PERTAMA sebagai Talent management PIHAK KEDUA.
  • Bahwa PARA PIHAK sepakat dan mengikatkan diri dalam Perjanjian untuk kepentingan proyek yang dijalankan dan disetujui PARA PIHAK dari tanggal sekarang sampai dengan tahun mendatang.

PASAL 2

MAKSUD DAN TUJUAN

PIHAK PERTAMA sepakat untuk mengadakan kerja sama dengan PIHAK KEDUA dalam hal perjanjian kerjasama di bidang hiburan/Modelling dan lain-lain yang mencakup di dunia hiburan (Entertainment).

PASAL 3

HARGA DAN NILAI PERJANJIAN

Bahwa PARA PIHAK setuju dan mengikatkan diri bahwa HARGA dan nilai perjanjian ini sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dari penhasilan Netto PIHAK KEDUA setelah dilakukan pemotongan PPH sesuai dengan nilai kontrak antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KETIGA ( Pengguna Jasa PIHAK KEDUA) selama waktu Perjanjian ini berlaku.

PASAL 4

KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

Setelah Perjanjian ini ditandatangani PARA PIHAK maka PIHAK KEDUA berjanji,bersedia dan wajib memenuhi:

4.1          Mematuhi dan melaksanakan setiap program kerja yang disiapkan oleh PIHAK PERTAMA sesuai proyek yang berjalan.

4.2          Mematuhi

Contoh Surat Perjanjian Sewa Ruko

Sebelum melakukan sewa-menyewa ruko, sebaiknya membuat surat perjanjian antara penyewa dan yang menyewakan. Hal ini untuk menhindari perselisihan di kemudian hari.

Surat Perjanjian Sewa Rumah Toko

Kami yang bertandatangan dibawah ini :

Nama   :  Nanang Supriatna
Alamat  :  Jalan Diponegoro No.33, Desa Sibuea, Laguboti
Pekerjaan :  Wiraswasta
No. KTP :

Bertindak atas nama pribadi sebagai pemilik bangunan rumah yang dikontrakkan, selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA  

Nama          :  Septian Putra
Alamat       :  Jalan Pangasean, Desa Lumban Bagasan, Laguboti
Pekerjaan   :  Wiraswasta
No. KTP       :  1212022322810003

Dalam hal ini bertindak atas nama pribadi sebagai penyewa, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah membuat persetujuan sewa kontrak dengan kesepakatan :

  1. Bahwa PIHAK KEDUA telah mengajukan permohonan penyewaan bangunan rumah toko di jalan Sisingamangaraja No. 12 Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir, dengan nilai sewa yang diajukan sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) per tahun kepada PIHAK KEDUA
  2. Bahwa atas pengajuan PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA telah menyetujui permohonan penyewaaan bagunan rumah toko di Jalan Sisingamangaraja No. 12 Kecamatan Laguboti Toba Samosir, dengan nilai sewa Rp. 10.000.000,-(Sepeluh Juta Rupiah) per tahun kepada PIHAK KEDUA
  3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat bahwa proses penyewaan rumah toko yang telah disebutkan diatas oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dimulai pada tanggal 1 Maret 2018 dan berakhir pada 1 Maret 2019
  4. Surat Perjanjian sewa ini telah dirangkap dua, masing-masing bermaterai sehingga mempunyai kekuatan hukum yang berlaku sama sejak ditandatangani oleh kedua belah Pihak.
  5. Hal-hal yang belum dituangkan dalam surat perjanjian sewa ini, maka akan diatur kembali dengan addendum-addendum baru sesuai kesepakan kedua pihak.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya, supaya dapat dipatuhi serta digunakan sebagaimana mestinya.

Laguboti, 1 Maret 2018

PIHAK PERTAMA                             PIHAK KEDUA

(Nanang Supriatna)                     (Septian Putra)

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Di dunia ini siapa yang tidak pernah berhutang? Pasti semuanya pernah, dengan nilai dan rentan waktu yang berbeda-beda. Kegiatan hutang piutang sangat rawan dijadikan sebagai sarana tindakan kejahatan penipuan. Baik dari pihak pemberi atau penerima hutang sama-sama punya potensi menipu.

Maka tidak ada salahnya Anda membuat surat perjanjian sebelum melakukan hutang-piutang, apalagi dengan nominal yang besar.

contoh surat perjanjian hutang piutang

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini …………… Tanggal ………………., kami yang bertanda tangan dibawah ini.

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri kemudian dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kesatu (Yang memberi hutang)

Nama     : Septiana Safitri, dkk
Alamat   : Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, RT 002/RW 001, Kel. Penfui Timur, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang
No. HP    : 081237110916

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri. Kemudian dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua (Yang berhutang)

Nama   :
Alamat   :
No. HP   :

Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kedua belah pihak menjamin bahwa masing-masing pihak memiliki wewenang kecakapan hukum menaati sebagaimana dalam perjanjian ini
  2. Bahwa Pihak KEDUA telah mengajukan permohonan pinjaman kepada Pihak KESATU berupa Uang Tunai senilai Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) untuk keperluan pembayaran sebidang tanah.
  3. Bahwa atas pengajuan Pihak KEDUA, Pihak KESATU telah menyetujui untuk meminjamkan uang beserta syarat-syarat pada poin dibawah ini:
  4. Telah diberikan uang tunai dari Pihak KESATU kepada Pihak KEDUA senilai Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah)
  5. Syarat pinjaman yang diberikan Pihak KESATU kepada Pihak KEDUA adalah Sertifikat Sebidang Tanah yang dijaminkan Pihak KEDUA kepada Pihak KESATU. Sertifikat yang dijamin atas nama ; AMANDA WATINA KLAU, No. Sertifikat SHM No. /Oeltuah/2016, SU No.      /Oeltuah/2016, alamat Sertifikat: Desa Oeltuah, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang.
  6. Kedua belah pihak telah menyepakati transaksi yang berlangsung dengan perjanjian bahwa Sertifikat baru dapat diambil oleh Pihak KEDUA dari Pihak KESATU setelah terjadinya pelunasan hutang piutang.
  7. Perjanjian waktu pelunasan hutang piutang yang telah disepakati kedua belah pihak adalah pada bulan Juli tahun 2017
  8. Jika Pihak KEDUA mengingkari perjanjian pelunasan pada waktu yang telah disepakati maka secara otomatis Sertifikat sebidang tanah yang dijamin oleh Pihak KESATU kepada Pihak KEDUA menjadi milik Pihak KESATU

Demikian surat perjanjian ini kami buat dengan sebenarnya dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya

Kupang, 12   April 2017

Yang Memiutangi                                              Yang berhutang

Pihak I                                                              Pihak II

Septiana Safitri, dkk                                  Hendra

Saksi-saksi

  1. Bayu Anggoro (Saksi Pihak I)
  2. Satria Huda Prasetyo (Saksi Pihak II)

Mungkin contoh surat perjanjian itu sudah cukup membantu sobat ya, masih banyak versi surat-surat yang lain, namun esensi dari surat terseut adalah bukti dari perjanjian yang dari kedua belah pihak. Kita akan meneutup dengan kata-kata bijak sobat.

“Jika semua janji bisa dipegang, manusia tidak akan membutuhkan materai dan surat perjanjian lagi”

Terimakasih.

Contoh Surat Perjanjian Kerja Karyawan

Pihak karyawan dan pihak perusahaan sama-sama memiliki hak dan kewajiban yang harus disepakati sebelum kontrak kerja dilakukan. Kesepakatan itu diikat dalam suatu surat perjanjian kerja.

Dengan adanya surat ini masing-masing pihak dapat menuntuk jika dikemudian hari merasa dirugikan atau diambil haknya.

SURAT PERJANJIAN KERJA KARYAWAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama     :  Jemmy Sugianto     
Alamat  :  Jl. Kedawung 95 Kav 1 Malang
Jabatan  :  Direktur
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama CV. Garis Akhir Nusantara kemudian disebut Pihak Pertama.

Nama       : Martza Aida Ayu Fitria
Alamat    : Jl. Danau Limboto A5 A1 Sawojajar Malang
NIK          : 3573035903960003
No. HP      : 082121676464

Dalam hal ini bertindak dan atas namanya sendiri, yang kemudian disebut Pihak Kedua.

Pada hari Sabtu, 6 Juli 2019, dengan memilih dan mengambil tempat di CV. Garis Akhir Nusantara, Pihak Pertama dan Pihak Kedua setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam Perjanjian Kerja karyawan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan berikut:

Pasal 1
PENGERTIAN PERJANJIAN KARYAWAN

Maksud dan pengertian dari Perjanjian Karyawan di sini ialah bahwa Pihak Pertama menyerahkan suatu pekerjaan untuk dieksekusi oleh Pihak Kedua sesuai dengan peraturan dan sistem kerja yang berlaku pada perusahaan Pihak Pertama.

Pasal 2
RUANG LINGKUP

Pekerjaan yang akan diserahkan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua adalah pekerjaan administrasi di CV. Garis Akhir Nusantara.

Pasal 3
TATA TERTIB KERJA

  1. Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut, Pihak Kedua wajib tunduk serta patuh pada tata tertib kerja serta perintah langsung dan atau tidak langsung dari Pihak Pertama atau wakil Pihak Pertama yang berlaku di perusahaan CV. Garis Akhir Nusantara.
  2. Apabila Pihak Kedua melakukan pelanggaran disiplin kerja yang berlaku pada CV. Garis Akhir Nusantara maka Pihak Pertama berhak memberikan sanksi sesuai tingkat kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Pihak Kedua dengan mendasarkan pada peraturan yang berlaku.

Pasal 4
CARA KERJA

  1. Tata aturan dan cara kerja seperti tugas dan tanggung jawab Pihak Kedua akan disampaikan dalam sebuah pengarahan langsung dan job desk tertulis oleh Pihak Pertama atau wakilnya sebelum Pihak Kedua mulai bekerja.

Pasal 5
GAJI/ UPAH/ HONORARIUM

  1. Pihak Pertama setuju dan bersedia memberikan upah kepada Pihak Kedua sebesar Rp. 1.000.000 (training selama 1 bulan) dan Rp 1.650.000 setelah lulus training dengan konsisten kinerja dan kehadiran kerja Pihak Kedua.

Pasal 6
SISTEM PEMBAYARAN

Sistem Pembayaran upah oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dilakukan dengan cara transfer dalam rekening  setiap bulan di tanggal 1.

Pasal 7
WAKTU DAN JAM KERJA

  1. Hari aktif kerja normal adalah 26 (dua puluh enam)  hari kerja dalam satu bulan (tiga puluh hari) kalender.
  2. Jam kerja normal adalah 8 (delapan) jam kerja dalam 1 (satu) hari serta 48 (empat puluh delapan) jam kerja untuk 1 (satu) minggu dengan 6 (enam) hari kerja.

Pasal 8
LEMBUR

Apabila Pihak Pertama meminta Pihak Kedua untuk bekerja di luar jam kerja sebagaimana disebut pada pasal 7, maka Pihak Kedua berhak mendapat bonus lembur atau pengurangan jam di hari kerja lain.

Pasal 9

CUTI DAN IJIN

  1. Pihak Kedua dapat meminta cuti 1 bulan sebelumnya dan batas cuti maksimal dalam 1 tahun adalah 3 x.
  2. Ijin sakit dapat dilakukan jika disertai surat dokter, jika sakit-sakit ringan, maka pihak kedua tetap masuk bekerja.

Pasal 10

MASA BEKERJA

Pihak Kedua akan memulai bekerja setelah menandatangani perjanjian ini selama 1. Namun jika ada hal-hal yang tidak ditaati di pasal 11 maka perjanjian kerja selama 1 tahun tidak dapat dilanjutkan.

Pasal 11
PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA

Hubungan kerja antara pihak pertama dengan pihak kedua dapat diakhiri sewaktu-waktuvbilamana pihak kedua melakukan pelanggaran berat seperti berikut ini:

  1. Melakukan pencurian, penggelapan dan atau perbuatan melawan hukum lainnya. Melakukan penganiayaan terhadap rekan kerja dan anggota keluarganya.
  2. Berkelahi dengan sesama pekerja.
  3. Merusak dengan sengaja atau karena kecerobohannya yang menimbulkan kerugian bagi Pihak Pertama.
  4. Membuat keterangan palsu, atau melakukan perbuatan lain yang menimbulkan kekacauan di lokasi perusahaan milik Pihak Pertama.
  5. Mabuk, berjudi, menggunakan obat terlarang dilingkungan kerja.
  6. Menghina dan atau mencemarkan nama baik Pihak Pertama dan atau mitra bisnisnya dan atau pekerja lainnya beserta keluarganya.
  7. Membantah dan atau menolak perintah atau instruksi dari Pihak Pertama.
  8. Menyalahgunakan jabatannya yang dapat menimbulkan kerugian pada Pihak Pertama.
  9. Tidak masuk kerja selama 3 (tiga) hari berturut-turut tanpa ada keterangan tertulis atau alasan yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan yang ada.
  10. Melakukan pelanggaran lainnya yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat menurut peraturan yang berlaku di Republik Indonesia.

Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

  1. Perjanjian ini dan semua akibat hukum yang ditimbulkan hanya tunduk pada hukum dan ketentuan ketentuan yang berlaku di negara Republik Indonesia.
  2. Apabila terjadi perselisihan atas penafsiran dan atau pelaksanaan atas perjanjian kerja karyawan ini, maka diselesaikan secara musyawarah.
  3. Jika musyawarah seperti yang tersebut dalam ayat (2) pasal 11 ini tidak terjadi kesepakatan, maka Para Pihak diperkenankan untuk memilih langkah hukum yang tetap pada Kantor Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial setempat guna menyelesaikan perselisihan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pasal 12
PENUTUP

Demikianlah perjanjian ini disusun, disetujui, serta ditandatangani oleh kedua pihak dalam rangkap dua, asli dan tembusan bermaterei cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama. Satu dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan lainnya untuk PIHAK KEDUA.

Dibuat di  :  Malang
Tanggal    :  06 Juli 2019

Pihak Pertama,                                 Pihak Kedua,

Jemmy Sugianto                              Martza Aida A.F

    Direktur

Perjanjian Sewa / Kontrak Rumah

Saat rumah disewakan, maka penyewa harus bertanggungjawab merawat dan menjaganya. Untuk itu diperlukan surat perjanjian agar penyewa tidak sewenang-wenang menggunakan rumahnya dan pemilik rumah juga tidak mengambil hak penyewa.

SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH

Yang  bertanda tangan di bawah ini :

Nama   :  Rusmadi
Tempat, Tanggal Lahir  :  Kuningan, 8 Maret 1969
Alamat    :  Perumahan Taman Indah Talang Kelapa Jln. Rajawali III Blok A.6 No. 10 Palembang

Selanjutnya disebut Pihak  Pertama.

Nama   :  Rizal Efendi
Tempat, Tanggal Lahir  :  Kayuara, 03 Oktober 1968
Alamat  :  Jln. Kolonel Wahid Udin Lk.01, RT. 012 Rw.006, Kayuara, Sekayu.

Selanjutnya disebut Pihak  Kedua.

Kedua belah pihak menerangkan bahwa masing-masing pihak telah bersepakat membuat persetujuan sebagai berikut:

  1. Pihak Pertama sebagai pemilik rumah, menyewakan rumah yang belamat di Perumahan Pondok Palem Indah Blok F.I No.7 Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, untuk jangka waktu sewa (1 tahun) terhitung mulai tanggal 15 Juli 2019 s.d 14 Juli 2020 kepada pihak Kedua.
  2. Pihak Kedua menyetujui biaya sewa untuk masa satu tahun sesuai limit masa sewa pada butir kesatu berjumlah Rp. 4.500.000.- selanjutnya telah diserahkan kepada  Pihak pertama.
  3. Apabila Pihak kedua mengakhiri masa sewa sebelum limit waktu yang telah disepakati maka pihak Pertama tidak wajib mengembalikan biaya yang menjadi sisa limit waktu tersebut.
  4. Pihak Kedua bersedia mematuhi ketentuan yang disampaikan pihak Pertama, sebagai berikut:
  5. Pembayaran Listrik dan Air untuk setiap bulannya menjadi beban tanggung jawab pihak Kedua sebagai penyewa/pemakai;
  6. Apabila terjadi keterlambatan pembayaran listrik/air selama masa penyewaan, yang berakibat jaringan diputus oleh PLN/PDAM maka biaya pemasangan kembali jaringan tersebut menjadi tanggung jawab pihak kedua;
  7. Masa pembayaran rekening listrik/Air bulanan yang menjadi tanggung jawab pihak kedua disesuaikan dengan masa pakai saat penyewaan yaitu dimulai pada pemakaian Juli 2019 dibayar bulan Agustus 2019 sampai dengan masa pemakaian Juni 2020 dibayar bulan Juli 2020 kecuali apabila pihak kedua mengakhiri masa sewanya sebelum akhir limit masa sewa maka pembayaran Listrik/Air selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak Pertama;
  8. Pihak kedua tidak diperkenankan menyewakan kembali rumah tersebut kepada pihak Ketiga tanpa persetujuan dan/atau sepengetahuan pihak Pertama.

Palembang, 15 Juli 2019

 Pihak Pertama.                                  Pihak Kedua,

    Rusmadi                                   Rizal Efendi

Perjanjian Jual Beli Motor & Mobil

Transaksi motor dan mobil kadang juga butuh surat perjanjian yang akan digunakan untuk mengurus administrasi kendaraan setelah transaksi.

Adanya surat ini sebenarnya dapat membuat proses jual beli menjadi jelas secara hukum. Misalnya apabila terjadi masalah atau kerusakan kendaraan setelah terjadinya transaksi, Anda dapat meminta pengembalian, penukaran atau meminta ganti rugi.

perjanjian jual beli motor

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI MOBIL

Yang bertanda tangan di bawah ini:

  • Nama        : Adib Akbar Santoso
  • Umur        : 29 tahun
  • Pekerjaan : Swasta
  • Alamat      : Cilengan RT 002/ RW 005 Mojoroto Mojogedang Karanganyar

Selanjutnya nama pihak tersebut diatas disebut sebagai Pihak 1 (Pertama) telah melakukan jual beli dengan :

  • Nama          : Suyitno
  • Umur          : 54 tahun
  • Pekerjaan  : Swasta
  • Alamat       : Desa Biting RT 001/ RW 002 Sambong Blora

Selanjutnya nama tersebut diatas sebagai Pihak II ( Kedua )

Dengan surat perjanjian jual beli ini kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan transaksi jual beli mobil yang diatur dalam beberapa poin berikut ini :

  1. Pihak Pertama akan menjual truk kepada Pihak Kedua, yakni mobil Dump Truk Mitsubishi Ragasa 120 ps keluaran tahun 2004 atas nama Pihak Pertama serta Pihak Kedua pun sudah mengetahui kondisi dari mobil yang akan dijual oleh Pihak Pertama. Dengan spesifikasi mobil sebagai berikut :

    Atas Nama   : Mei Susiani
    Merk Mobil  : Mitsubishi Ragasa 120 ps
    Warna           : Kuning
    No. Rangka   : MHMFE349E4R073742
    Tahun            : 2004
    CC Motor       : 3907 cc
    No. Polisi       : H 1371 KG
    No. Mesin      : 4D344X3733
    No. BPKB       : 11586521
  2. Pihak Kedua telah sepakat untuk membeli mobil Dump Truk Mitsubishi Ragasa 120 ps dari Pihak Pertama seharga Rp 103.000.000 ( seratus tiga juta rupiah)
  3. Setelah kesepakatan ini ditanda tangani oleh kedua pihak, maka kedua belah pihak akan langsung mengurus balik nama mobil tersebut atas nama Pihak Kedua.

Surat perjanjian jual beli ini disetujui, ditanda tangani  dan juga dibuat rangkap dua bermaterai cukup serta keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Kedua belah pihak pun dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dalam penandatanganan perjanjian ini.

Karanganyar, 07 Desember 2019

    PIHAK PERTAMA                     PIHAK KEDUA

Materi 6000

( ADIB AKBAR SANTOSO )            (SUYITNO)

SAKSI-SAKSI

    SAKSI I                                            SAKSI II

  ( KASILAN )                              (AGUS SISWOYO)

Perjanjian Investasi Modal Usaha

Usaha akan sulit berkembang jika tanpa sokongan modal dari orang lain. Oleh karena itu diperlukan investasi.

Dalam dunia usaha banyak sekali kemungkinan yang akan terjadi di luar planning. Pihak pemodal maupun pengusaha harus membuat kesepakatan jika kemungkinan-kemungkinan itu terjadi. Sehingga tidak terjadi perselisihan di masa mendatang.

SURAT PERJANJIAN PINJAMAN MODAL

Dengan ini menerangkan bahwa telah diadakan perjanjian pengikatan kedua belah pihak mengenai pinjam meminjam uang antara:

Nama     : Andi Fajar Pratama
Pekerjaan   : Wiraswasta
Alamat   : Kalimantan Barat
Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama    : Seno Aji Airlangga S.St
Pekerjaan   : Direktur PT. Mahameru Teknindo
Alamat   : Samarinda Seberang
Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Kami kedua belah pihak dengan ini telah mengadakan perjanjian serta mufakat dalam hal investasi modal usaha sebesar Rp. 2.000.000.000 (Dua Milyar Rupiah).

Pihak pertama telah menyetujui sebagai investor dan menanamkan modal sebesar diatas pada tanggal 8 Mei 2018 kepada pihak kedua untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan proyek.

Pihak kedua menyatakan telah menerima uang dari pihak pertama sebagai investasi dan berkewajiban untuk membayar hasil usaha (pembagian profit) setelah kegiatan proyek selesai. Adapun besarannya yang disepakati adalah 20 % dari modal yang dikeluarkan.

Apabila pada saat berakhirnya kegiatan proyek pihak kedua tidak melakukan pengembalian, maka pihak kedua bersedia memberikan tambahan bunga sebesar 1% dari Jumlah investasi tiap 15 hari keterlambatan.

Apabila terjadi perselisihan diantara kedua belah pihak di kemudian hari, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat dan apabila tidak tercapai kesepakatan, kedua belah pihak bersedia menyelesaikan melalui jalur hukum.

Demikian perjanjian ini dibuat dan menikat kedua belah pihak tanpa paksaan sejak surat perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak.

Samarinda, 08 Mei 2018

PIHAK PERTAMA


Andi Fajar Pratama  
PIHAK KEDUA      


Seno Aji Airlangga S.St  

Contoh Surat Perjanjian Kredit Rumah

Berikut ini contoh surat perjanjian over kredit rumah yang dapat kami sajikan.

SURAT PERJANJIAN OVER KREDIT RUMAH

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Pihak I (Penjual)
Nama               : Dian Kartika P, S.Sn
No KTP           : 3209404812920004
Alamat            : Jl. Raya Otista 14  RT 017 / RW 005,      Kelurahan/ Desa Jamblang,   Kecamatan Jamblang
Pekerjaan         : Guru Swasta
Agama             : Kristen
No Telp           : 0899-0000-963

Pihak II (Pembeli)
Nama               : Rahma Sarweni
No KTP           : 3208322208880002
Alamat            : Dusun I RT 003/ RW OO1, Kelurahan / Desa Koreak, Kecamatan Cigandamekar
Pekerjaan         : Karyawan Swasta
Agama             : Islam
No Telp           : 8210-3246-0822

Dengan ini menerangkan bahwa pada hari Kamis, 28 Juni 2018, Pihak I telah melakukan take over kredit rumah di Perumahan Kota Alam Beber Blok B6 kepada Pihak II sebesar Rp. 58.000.000,-  dengan sisa masa kredit 13 tahun 5 bulan lagi. Dan pihak kedua sanggup untuk melanjutkan kredit di Perumahan Kota Alam Beber Blok B6 dengan massa kredit berakhir di bulan November 2031.

Selanjutnya setelah over kredit ini, Pihak I tak lagi bertanggungjawab menyelesaikan semua hal berkaitan dengan rumah yang tersebut di atas. Semua proses kelengkapan rumah Pihak I (penjual) sifatnya hanya membantu saja, biaya yang timbul dari proses tersebut ditanggung Pihak II (pembeli). Setelah kesepakatan ini dibuat, jika waktu yang telah ditentukan oleh Bank BTN yaitu 5 tahun rumah boleh di over kredit, maka kedua belah pihak akan membawa perjanjian ini ke notaris untuk membuat akta jual beli.

Adapun hal-hal yang disanggupi Pihak II sebagai berikut :

  1. Pihak  II sanggup untuk membayar angsuran tiap bulannya setiap tanggal 25 sebesar Rp. 1.351.845,- atau melunasi kewajiban sebagaimana mestinya
  2. Dimassa kredit Pihak II tidak boleh mentake over kredit kembali kepada pihak III tanpa sepengetahuan Pihak I

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya.

Cirebon, 28 Juni 2018

Pihak II (Pembeli)                            Pihak I (Penjual)

Rahma Sarweni                           Dian Kartika , S.Sn.    

Saksi II                                               Saksi I

Dedeh Rosmanah                       Dra. Sri Muhenni

Demikianlah pembahasan tentang contoh surat perjanjian ini, semoga dapat bermanfaat bagi sahabat semua. Jangan meremehkan surat perjanjian, sebab sewaktu-waktu Anda akan sangat membutuhkannya.

Contoh Surat Perjanjian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *