Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk

Contoh kalimat majemuk sering kita temui dalam penggalan kalimat berita, majalah atau buku. Kalimat majemuk merupakan salah satu di antara sekian banyak jenis kalimat dalam bahasa Indonesia.

Berdasarkan struktur gramatikalnya, kalimat dibagi menjadi dua yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Pada kesempatan ini akan kami bahas lebih detail mengenai kalimat majemuk.

Apa pengertian kalimat majemuk?

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih.

Pembentukan kalimat majemuk dapat menjadikan kalimat lebih efektif dan paragraf lebih padat informasi.

Umumnya, beberapa klausa digabungkan menggunakan sebuah konjungsi atau kata sambung. Namun ada juga kalimat majemuk yang tidak menggunakan kata sambung atau konjungsi yaitu jenis kelimat majemuk perluasan. Kata sambung tidak dibutuhkan pada kalimat ini karena induk dan anak kalimat digabungkan dengan pola tertentu.

Ciri Kalimat Majemuk Secara Umum

Kalimat majemuk memiliki ciri khusus yang membedakannya dari kalimat tunggal maupun jenis kalimat lainnya. Di antara cirinya adalah sebagai berikut:

  1. Kalimat majemuk biasanya memiliki subjek, predikat atau penjelas yang lebih dari satu.
  2. Memiliki kompleksitas makna.
  3. Dapat dipecah menjadi beberapa kalimat.
  4. Umumnya memiliki kata penghubung, kecuali kalimat majemuk jenis perluasan.

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah jenis kalimat yang terdiri dari dua klausa dengan derajat sama dan menggunakan konjungsi untuk menggabungkannya. Dari segi makna setara artinya adalah sepadan, sederajat, sebanding kedudukannya, sama tingginya dan seterusnya.

Karena kedudukan yang sama itu maka kedua klausa itu memiliki sifat koordinatif, sebagai ciri dari kalimat majemuk setara. Sehingga kedua klausa tersebut dapat membentuk kalimat sendiri jika kata penghubung dihilangkan. Kata yang digunakan untuk menghubungkan biasanya adalah lalu, sementara, dan.

Contoh kalimat majemuk setara:

Anton bermain sepak bola. (Klausa 1)
Alesandri menonton pertandingan di pinggir taman kota. (Klausa 2)

Anton bermain sepak bola, sementara Alesandri menonton pertandingan di pinggir taman kota. (Gabungan)

Dari contoh kalimat itu dapat disimpulkan jika kedua klausa tersebut memiliki bentuk utuh yaitu subjek dan predikat. Meski kata hubung “sementara” dihilangkan maka kalimat tersebut tetap akan menjadi kalimat yang sempurna. Jadi Anda bisa mengetahui jenis penggabungan kalimat tersebut dengan cara mencoba memisahkannya.

2. Kalimat Majemuk Rapatan

Jenis kalimat majemuk rapatan ini menggunakan kata hubung atau konjungsi seperti dan, juga, serta, dan tanda koma (,). Kalimat ini dibentuk dengan menggabungkan dua klausa namun bagian subjeknya dirapatkan. Karena bagian subjeknya dirapatkan maka dua klausa tersebut harus memiliki subjek yang berbeda.

Contoh kalimat:

Anton bermain sepak bola. (Klausa 1)
Andi bermain sepak bola. (Klausa 2)

Anton dan Andi bermain sepak bola. (Gabungan)

Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi dari kalimat majemuk rapatan ini menggabungkan dua kalimat dengan subjek berbeda. Namun memiliki predikat dan objek yang sama atau setingkat menggunakan konjungsi seperti pada contoh “dan”.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat

Jenis satu ini sedikit berbeda karena kalimat terdiri dari anak dan induk kalimat. Kedudukan keduanya tidak setara atau setingkat, sehingga kalimat majemuk ini tidak bisa berdiri sendiri jika dipisah. Kata hubung yang sering digunakan dalam kalimat ini adalah walaupun, karena, sebab, meskipun dan ketika.

Contoh kalimat:

Anton sering terlambat datang kursus. (Klausa 1 sebagai induk kalimat)
Rumahnya sangat jauh. (Klausa 2 sebagai anak kalimat)

Anton sering terlambat datang kursus karena rumahnya sangat jauh. (Gabungan)

Dari contoh dapat dilihat jika klausa pertama adalah induk kalimat sedangkan untuk klausa kedua adalah anak kalimat. Induk kalimat mengandung unsur lengkap seperti subjek (Andi) dan predikat (terlambat). Induk kalimat ini jika dipisahkan tetap bisa menjadi kalimat sempurna namun klausa kedua tidak karena hanya memiliki predikat saja.

4. Kalimat Majemuk Perluasan

Kalimat majemuk perluasan juga terdiri dari dua klausa dengan fungsi sebagai induk dan anak kalimat. Anak kalimat ini berisi pengembangan dari induk kalimat yang digunakan atau disebut dengan perluasan. Selain itu anak kalimat yang digunakan ini jika dipisahkan dari induk kalimat bisa berdiri sendiri dan menjadi kalimat sempurna.

Contoh kalimat:

Sepatunya mulai rusak. (Klausa 1)
Sepatunya dibeli satu tahun lalu. (Klausa 2)

Sepatunya yang dibeli satu tahun lalu mulai rusak. (Gabungan)

Konjungsi yang digunakan dalam gabungan dua klausa tersebut adalah “yang”. Jika Anda memisahkan dua kalimat tersebut tetap bisa berdiri sendiri secara sempurna. Anak kalimat yang tersebut berfungsi menjelaskan induk kalimat sehingga diperluas.

5. Kalimat Majemuk Campuran

Terakhir ada kalimat majemuk campuran, yaitu kalimat majemuk yang terdiri dari berbagai macam kalimat majemuk. Konjungsi yang digunakan juga bisa lebih dari satu, baik secara koordinatif atau tidak. Klausa yang digunakan untuk membentuk kalimat juga lebih dari dua klausa. Hal ini tergantung dengan panjang dan makna kalimat yang akan digunakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kalimat majemuk campuran adalah yang paling kompleks di antara yang lain.

Contoh kalimat:

Saya bermain sepeda di lapangan. (Klausa 1)
Alendo bermain sepeda di lapangan. (Klausa 2)
Mika bermain sepeda di lapangan. (Klausa 3)
Panas terik.( Klausa 4)

Saya, Alendo dan Mika bermain sepeda di lapangan, meskipun panas terik. (Gabungan)

Melalui contoh yang menggunakan 4 klausa pembentuk kalimat maka digunakan campuran kalimat majemuk rapatan dan bertingkat. Tiga klausa digabungkan karena memiliki objek, predikat dan keterangan yang setara atau sama dengan subjek berbeda. Klausa keempat digunakan sebagai anak kalimat dan tidak bisa berdiri sendiri tanpa menggunakan konjungsi.

Contoh Kalimat Majemuk

Contoh Kalimat Majemuk Setara

  • Ibu berangkat ke pasar dan Anton berangkat ke lapangan sepak bola.
  • Ayah baru pulang ke rumah saat kami semua masih bermain di taman.
  • Para pelanggan tahu bulat sudah di depan warung sebelum warung tersebut dibuka.
  • Ayam gebrek bisa dipesan langsung ke toko atau bisa juga dipesan melalui aplikasi grabfood.
  • Dia pun segera pulang ke rumah setelah selesai bermain di taman.
  • Dia menatapku dengan tajam, kemudian pergi begitu saja.
  • Ayah sudah berangkat bekerja ketika adik bangun tidur.

Contoh Kalimat Majemuk Rapatan

  • Anton menetap dan bekerja di Jakarta.
  • Lana dan Mika sedang belajar di kelas.
  • Iman dan Mika bekerja di Jakarta Barat.
  • Intan sangat menyukai warna merah muda dan biru tua.
  • Anita menyimpan sebagian penghasilannya dan membelanjakan sisanya.
  • Selama ini Kakak kuliah dan bekerja di Malang.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

Biasanya menggunakan kata penghubung Jika, Kalau, Bila, Seandainya, Asalkan.

Contoh:

  • Saya akan diajak ke Jakarta jika mendapatkan nilai 100 ujian matematika.
  • Saya mau dibelikan laptop kalau bisa menjadi juara satu.
  • Kakak akan menikah tahun ini asalkan punya uang 50 juta.
  • Aku akan berlibur ke Singapura jika nanti mendapat bonus dari kantor.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

Kata sambung yang digunakan adalah Supaya, Agar, Biar.

Contoh:

  • Kakek selalu minum air putih agar ginjalnya sehat.
  • Adik tidur sebelum jam 9 malam supaya bangun tepat waktu.
  • Dia sengaja datang lebih awal supaya bisa membeli makanan lebih banyak.
  • Pengendara sepeda motor diwajibkan menggunakan helm supaya lebih aman.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab

Sering kali menggunakan konjungsi Sebab, Karena, Oleh karena.

Contoh:

  • Rina sangat bergembira karena mendapat hadiah dari ayahnya.
  • Ilham tidak masuk selama 3 hari karena sedang sakit.
  • Adikku selalu makan banyak, oleh karena itu badannya gemuk sekali.
  • Fadhil sangat disukai teman-temannya sebab pandai membuat guyonan.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

Kalimat ini sering menggunakan kata penghubung ketika, saat, sejak dan seterusnya yang berkaitan dengan waktu.

Contoh:

  • Saya masih kelas 2 SD ketika menang lomba adzan.
  • Anton sudah menetap di Tegal sejak tahun 2008.
  • Anak Indonesia masih asyik bermain game saat anak-anak di negara lain sibuk membuat game.
  • Dewi selalu aktif berorganisasi selama dia kuliah di Universitas Gajah Mada.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat

Kalimat jenis ini biasanya menggunakan kata penghubung “Maka dan Sehingga”.

Contoh:

  • Semua informasi sudah tersedia di internet sehingga tidak perlu berlangganan koran.
  • Virus Corona sudah masuk ke Indonesia, maka pemerintah membuat program sosialisasi.
  • Ani terlalu keras berolahraga, sehingga tubuhnya mengalami sakit yang luar biasa.
  • Septian memang rajin dan tekun sehingga selalu juara sejak kelas satu SD.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan

Pada kalimat majemuk ini kata konjungsi yang biasa digunakan adalah Bagaikan, Seperti, Ibarat, Sebagaimana, Laksana, Bak, Lebih, dst.

Contoh:

  • Konser Maher Zain tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan konser Maher Zain tahun lalu.
  • Mencari jodoh yang baik seperti mencari jarum di tengah hamparan padang pasir.
  • Mereka berdua sangat jauh berbeda bagaikan langit dan bumi.
  • Perlakukan orang tua dengan baik sebagaimana dulu mereka juga menyayangimu di waktu kecil.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara

Kalimat majemuk ini biasanya menggunakan kata penghubung “dengan”.

Contoh:

  • Pak Tono menghidupi keluarga dengan cara berjualan bakso keliling.
  • Dengan cara membuat list kegiatan harian, kita akan lebih mudah mengatur waktu.
  • Kita harus membahagiakan orang tua dengan cara membuat mereka bangga.
  • Pemerintah akan meningkatkan pendidikan anak-anak yang tidak mampu dengan meluncurkan kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar).

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan

Kata konjungsi yang digunakan biasanya adalah Seolah-olah, Seakan-akan.

Contoh:

  • Rita selalu tampak riang gembira, seolah-olah tidak pernah punya masalah.
  • Alfan makan sangat lahap, seakan-akan belum pernah makan sate sebelumnya.
  • Lafian sering diam saja ketika berpapasan seakan-akan tidak kenal siapa pun.
  • Dian berbelanja setiap hari seolah-olah uangnya tidak pernah habis.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan

Pada kalimat ini biasanya sering ditemukan konjungsi Padahal, Sedangkan, Faktanya, Aslinya, dst.

Contoh:

  • Aldo sangat dermawan, padahal uangnya tidak begitu banyak.
  • Kakek selalu tampak sehat bugar, faktanya beliau sedang sakit paru-paru.
  • Ayah Dila seharusnya segera dibawa ke rumah sakit, padahal Dila tidak punya uang sama sekali.
  • Andre selalu berpenampilan seperti orang kaya, aslinya tidak punya apa-apa.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan

Kalimat majemuk ini menggunakan kata konjungsi “bahwa” di dalamnya.

Contoh:

  • Bapak presiden sudah menjelaskan kepada masyarakat bahwa harga BBM tidak akan mengalami kenaikan.
  • Adik bercerita kepada ayah bahwa sekolah diliburkan sampai virus corona hilang.
  • Polisi menegaskan bahwa pelaku begal motor sadis yang masih berkeliaran akan segera dibekuk dan dihukum secara adil.
  • Ibu sudah mengetahui bahwa kakak akan pulang sebelum bulan ramadhan tahun ini.

Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip

Jenis kalimat ini sering menggunakan kata konjungsi Meskipun, Walaupun, Kendatipun, Biarpun.

Contoh:

  • Roni tetap berangkat sekolah kendatipun masih hujan.
  • Icha tidak gemuk walaupun selalu makan banyak.
  • Barang-barang antik tetap saja mahal meskipun umurnya sudah tua.
  • Biarpun sedah sering ditilang polisi, Romi tetap tidak mau membuat SIM.

Contoh Kalimat Majemuk Perluasan

  • Keran air yang dipasang tahun lalu mulai rusak.
  • Anton membawa oleh-oleh dari kota yang memiliki julukan Kota Pelajar.
  • Para penonton konser itu telah membeli tiket sejak satu bulan yang lalu.
  • Mika tidak masuk sekolah hari ini karena badannya sedang tidak sehat.

Contoh Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran memang kompleks, biasanya terdiri dari 3 klausa atau lebih.

  • Ayah pergi memancing dan ibu pergi arisan, sedangkan aku hanya menonton TV saja di rumah.
  • Ani kursus metematika dan Uni kursus Fisika, sedangkan aku hanya bermain sepak bola.
  • Ani, Uni dan Tika bermain di taman, meskipun hujan deras.
  • Saya, Mika dan Anton menonton sepak bola, meskipun besok ujian matematika.

Kalimat Majemuk Campuran Terdiri dan 1 Induk Kalimat dan 2 Anak Kalimat

  • Pemerintah Kota Madiun telah melakukan upacara kemerdekaan republik Indonesia yang dihadiri oleh seluruh PNS dan ASN, beserta masyarakat sekitar alun-alun Madiun.
  • Ibu menyuruhku pergi ke pasar untuk menjual ayam serta membeli sayuran.

Kalimat Majemuk Campuran Terdiri dari 2 Induk Kalimat dan 1 Anak Kalimat

  • Ibu mengajarkan kasih sayang dan ayah mengajarkan ketegasan agar anak-anak mereka memiliki pribadi yang luhur.
  • Adit pandai pelajaran matematika dan Rio pandai pelajaran Bahasa Indonesia, mereka belajar bersama untuk saling mengajari.

Masih banyak lagi contoh kalimat majemuk yang bisa Anda buat dengan memahami pengertiannya terlebih dahulu. Kalimat majemuk ini sangat penting untuk diketahui agar Anda bisa membuat kalimat efektif dalam penulisan kalimat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *