Cara Menanam Cabe

cara menanam cabe

Banyak orang yang masih bingung cara menanam cabe sendiri di rumah. Padahal pekerjaan ini sangat mudah dan menyenangkan bagi yang hobi bercocok tanam. Apalagi cabe juga cocok untuk dijadikan tanaman hias depan rumah.

Punya beberapa tanaman cabe sendiri di rumah memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat membantu kebutuhan ekonomi bumbu dapur. Sebagaimana kita ketahui, jika sedang langka harga cabe bisa mencapai ratusan ribu per kilogram.

Cabe merupakan bumbu utama dalam setiap masakan Indonesia. Cabe mampu memerikan cita rasa unik dan menantang. Kurang sempurna rasanya kalau makanan tanpa cabe atau sambel.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menanam cabai salah satunya adalah dengan cara tradisional. Tidak jarang orang menggunakan cara hidroponik namun memiliki beberapa perbedaan dari cara tradisional.

Bagi Anda yang memiliki pekarangan kecil cara tradisional lebih memungkinkan untuk dicoba. Hasilnya pun tidak akan mengecewakan dan cabe dapat tumbuh subur.

Cara Menanam Cabe dengan Cara Tradisional

Menyiapkan Media Untuk Menyemai

Hal utama yang harus dipersiapkan ketika menanam cabai adalah media penyemaian. Anda harus menyiapkan campuran tanah dengan pupuk kompos yang kemudian diberikan sekam bakar.

Perbandingannya kira-kira 3:2:1 (tanah:pupuk:sekam). Hal ini dilakukan sebagai pencegahan penyakit dan disinteralisasi dari penyemaian ini. Pengukusan ketika sterilisasi bisa dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari.

Setelah media di jemur kemudian didinginkan, lalu dimasukkan ke dalam wadah penyemaian. Siram wadah tersebut dengan air. Setelah itu, Anda bisa menata media semian menggunakan polybag kecil, daun pisang, nampan plastik, atau kantung plastik lainnya. Sebagai salah satu tempat untuk memastikan jika lubang sudah tersedia.

Mempersiapkan Benih yang akan Digunakan

Kesalahan memilih benih bisa menyebabkan gagal panen. Benih dari tanaman yang sehat atau buah yang matang penuh juga sehat bisa diandalkan. Cobalah untuk menyemai benih sebelum digunakan. Caranya adalah merendam menggunakan air hangat kuku dengan suhu 45 hingga 50 derajat celcius. Larutan fungisida previcur N bisa digunakan untuk larutan, dosisnya 1-2 cc per-liter air.

Untuk merendam menggunakan fungisida membutuhkan waktu hingga 1 jam atau lebih. Selain untuk mempercepat pertumbuhan dari benih, bahan ini bisa digunakan untuk pencegah serangan jamur. Ketika benih direndam, yang cacat atau tidak sehat akan mengapung ke atas kemudian dibuang. Tiriskan benih dan keringkan di atas koran untuk mencegah pelengketan.

Melakukan Penyemaian

Proses penyemaian dimulai dengan memasukkan benih pada wadah ketika telah diisi dengan media semai. Tutup benih dengan tanah yang sudah diayak halus.

Kelembaban media semai harus selalu dipertahankan dengan cara ditutup menggunakan karung plastik atau karung goni dan pisang. Lakukan penyiraman dengan memercikan sedikit air pada media selama proses berlangsung.

Benih yang telah berusia 5 hingga 7 hari akan mulai terlihat pertumbuhannya. Tutup benih tersebut, kemudian buka ketika telah berusia 20 hingga 30 hari dengan daun kurang lebih 4 hingga 5 helai. Bibit tersebut mungkin saja sudah bisa dipindahkan kedalam pot atau polybag yang berukuran besar.

Mencari Media Tanam dan Penanaman

Campuran tanah dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1 merupakan media tanam terbaik untuk menanam cabe. Masukan kedalam pot atau polybag dengan kepadatan tanah yang pas. Jangan lupa untuk menambahkan sekam bakar atau sekam yang terlihat lebih lapuk dengan perbandingan antara campuran sebesar 3:2:1.

Ukuran pot besar yang dianjurkan adalah diameter 40 cm dan tinggi 50 cm. Kemudian lakukan penanaman dengan cara memindahkan bibit dari polybag yang berukuran kecil ke ukuran besar.

Hal ini sebaiknya dilakukan ketika sore hari agar bibit memiliki cukup waktu beradaptasi pada malam hari. Siram bibit dengan air hingga media tersebut jenuh.

Melakukan Pemeliharaan Tanaman

Memelihara tanaman cabe memerlukan ketelatenan dan kedisiplinan. Bisa jadi lebih rumit dari pada tahap penyemaian. Pemeliharaan delalu dilakukan dengan tiga cara, diantaranya: penyiraman, pemupukan dan penyiangan.

Penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore, jika tidak hujan. Kemudian penyiangan rutin dilakukan 1 kali 2 minggu dengan cara mencabut rumput di dalam pot atau bolybag media tanam.

Pangkas tunas yang berada di samping juga bagian daun yang tumbuh dengan ketinggian 15 sampai 25cm. Ini dilakukan untuk menghindari percikan air ketika penyiraman. Pastikan jika percikan tidak akan menempel pada tanaman.

Ketika hal ini dilakukan maka batang pada tanaman akan jauh lebih kuat, sirkulasi udara akan lebih baik dan pertumbuhan pada bagian atas tanaman jauh lebih sempurna.

Proses Pemupukan

Pemupukan tidak kalah pentingnya dilakukan ketika tanaman cabe sudah berumur 1 bulan. Pupuk kimia yang baik untuk tanaman ini adalah pupuk NPK dalam bentuk larutan (cair).

Lakukan penyiraman pupuk sebanyak 200ml per potnya. Lakukanlah satu kali dalam 10 hari. Anda bisa memberikan pupuk tambahan seperti air bekas cucian beras, daging atau ikan, pupuk cair atau urine ternak, kemudian pupuk nabati seperti daun titonia. Lakukan penyaringan pada air cucian beras atau daging dan ikan sebelum menggunakannya. Urine ternak juga sebaiknya difermentasi dulu sebelum digunakan.

Mengendalikan Hama

Hama sering menjadi tantangan paling sulit untuk ditaklukan ketika membudidayakan cabai. Serangan hama atau penyakit OPT menjadi hal paling rentan untuk diperhatikan. Jenis hama yang sering menyerang adalah ulat tanah, ulat buah, kutu kebul, ulat grayak, kutu daun, dan tungau. Berbagai macam virus juga bisa saja menyerang tanaman bunga ini.

Mengendalikan hama bisa diawali dengan sterilisasi media semai, penyiraman, sanitasi lahan, hingga pemupukan yang teratur. Jangan lupa untuk rutin mengamati tanaman setiap pagi dan sore hari. Pengamatan yang rutin mampu mencegah berkembangnya hama.

Ambil hama besar yang terlihat kemudian bunuh agar tidak kembali lagi ke tanaman cabai. Jika ada, cobalah untuk menyemprotkan pestisida pada tanaman.

Proses Serta Pasca Panen

Panen menjadi proses paling ditunggu ketika menanam cabe rawit. Umur yang bisa dilakukan pemanenan adalah sekitar 80 hingga 90 hari. Akan tetapi hal tersebut bergantung dengan jenis bibit yang digunakan dan kondisi kesuburan tanaman. Proses panen hendaknya dilakukan ketika cuaca cerah. Proses panen bisa dilakukan dalam waktu 1 minggu sekali.

Kabar baiknya, jika semua proses penanaman dan perawatan di atas dilakukan dengan cara yang benar maka pertumbukan cabai akan awet. Produksi buah bisa terus terjadi hingga 2 sampai 3 tahun.

Pertimbangan Mengusir Hama dengan Pestisida

Ketika hama mulai tumbuh Anda akan mulai merasa khawatir dengan perkembangan bibit. Cara sterilisasi di awal pembibitan bisa membantu pengendalian kesehatan pohon cabe.

Cara menanam cabe yang paling efektif adalah memilih media tanam yang baik dan benar. Ketika menggunakan pestisida untuk mengusir hama pastikan menggunakan jenis obat dan dosis yang sesuai.

Setiap tanaman akan memiliki kerentanan tersendiri terhadap pestisida yang digunakan. Selain itu, ketika Anda menggunakan terlalu banyak pestisida pastinya akan berdampak pada kesehatan manusia yang mengonsumsi. Untuk memastikannya, Anda bisa berkonsultasi dengan penjual bahan kimia untuk pengusir hama.

Memastikan jika semua proses di atas sudah dilakukan dengan baik merupakan hal utama yang harus dipertimbangkan. Pastikan Anda mengikuti setiap langkahnya dengan baik untuk hasil yang maksimal. Jangan lupa untuk melakukan pemupukan dan pengairan dengan rajin.

Cara Menanam Cabe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *